Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG—Banjir yang memutus ruas Semarang–Grobogan berdampak langsung pada penurunan penumpang Bus Trans Jateng rute Gubug–Godong. Okupansi kini merosot hingga 47% dari kondisi normal akibat jalur yang belum bisa dilalui.
Kepala Balai Trans Jateng, Agung Pramono, menjelaskan jumlah penumpang pulang-pergi (PP) saat ini hanya sekitar 1.083 orang per hari. Padahal, dalam kondisi normal tingkat keterisian bisa mencapai 95%.
“Rata-rata 95% kondisi normalnya. Sekarang turun kisaran 47%,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Penurunan signifikan ini dipicu banjir bandang di wilayah Gubug yang membuat akses utama tidak dapat dilintasi kendaraan umum. Hingga kini, belum tersedia jalur alternatif yang memungkinkan operasional bus berjalan normal.
Akibat anjloknya jumlah penumpang, armada yang dioperasikan juga disesuaikan. Dari semula 14 unit bus, kini hanya 12 unit yang tetap beroperasi.
“Kita kurangi armadanya karena demand juga berkurang banyak. Kalau tetap operasionalkan penuh, nanti boros di operasional,” jelas Agung.
Operasional penuh rencananya akan kembali diberlakukan setelah perbaikan jalur oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah rampung. Pihak Trans Jateng berharap perbaikan infrastruktur selesai sebelum memasuki masa mudik Lebaran 2026.
Sebagai informasi, akses Semarang–Grobogan terputus setelah tanggul Sungai Tunyang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan jebol pada 16 Februari 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan arus transportasi dan distribusi barang terganggu.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengakui okupansi rute Gubug–Godong terdampak cukup signifikan. Trayek ini selama ini menjadi favorit masyarakat, khususnya buruh pabrik, karena tarifnya sangat terjangkau, yakni Rp1.000.
Perbaikan jalur hingga kini masih dikebut oleh instansi terkait untuk memulihkan konektivitas wilayah sekaligus menggerakkan kembali aktivitas ekonomi warga yang terdampak banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.