Program Upland Dorong Produktivitas Kopi Di Kabupaten Magelang

Jumali
Jumali Senin, 25 Mei 2026 20:47 WIB
Program Upland Dorong Produktivitas Kopi Di Kabupaten Magelang

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan saat mendampingi kunjungan kerja Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto di Desa Banjarsari, Grabag./ Istimewa

KOTA MUNGKID- Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kunjungan kerja supervisi dan monitoring program upland yang dilakukan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian bersama jajaran kementerian dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Magelang.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan supervisi dan monitoring program upland yang dihadiri sejumlah pejabat pusat, provinsi, hingga daerah, kelompok tani, dan pelaku pertanian di kawasan pengembangan kopi di Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Senin (25/5/2026).

Grengseng Pamuji menyebut program upland yang berjalan sejak 2025 mulai menunjukkan hasil nyata bagi pengembangan komoditas kopi di wilayah Kabupaten Magelang.

“Ini menjadi tahun terakhir kegiatan upland. Saya sekalian melaporkan, kegiatan upland yang kita mulai tahun 2025 di sini hari ini sudah menunjukkan hasilnya,” ujar Grengseng dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, di tempat inilah (Desa Banjarsari) pertama kali di Jawa Tengah ditanam kopi oleh Belanda, kawasan ini sebelumnya lebih dikenal sebagai wilayah penghasil kopi Temanggung. Namun dalam beberapa tahun terakhir, petani kopi di Kabupaten Magelang mulai bangkit dan melakukan pembenahan secara terintegrasi.

“Di wilayah sini terkenalnya kopi Temanggung. Baru akhir-akhir ini, era 2000-an, kita mulai bangkit, berbenah, dan Alhamdulillah sudah menunjukkan perkembangan,” katanya.

Menurutnya, kemajuan tersebut tidak lepas dari penguatan kelembagaan petani melalui organisasi dan kolaborasi antar kelompok tani kopi di wilayah setempat.

“Kami sudah menunjukkan bahwa ketika kami terintegrasi dalam satu organisasi kopi, hasilnya semakin baik,” imbuhnya.

Tak berhenti sampai disitu, Kabupaten Magelang juga pecah telur sukses telah mengekspor kopi sampai ke Uni Emirat Arab (Dubai) atas nama petani kopi asli dari Kabupaten Magelang.

Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, dalam waktu dekat ini juga sudah ada permintaan kembali untuk ekspor kopi mencapai 80 Ton.

"Semoga ini bisa menjadi berkah bagi masyarakat, khususnya bagi para petani kopi Kabupaten Magelang," ungkapnya.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto sangat mengapresiasi peran para petani kopi di Kabupaten Magelang, bahwasanya dari pertama kali kopi ditanam oleh Belanda di tempat ini pada tahun 1690 hingga saat ini kurang lebih 300 tahun, akhirnya Kabupaten Magelang telah bisa mengekspor kopi.

"Artinya ini suatu prestasi. Maka ke depan ini harus kita sempurnakan dan kita perkuat lagi," kata Hermanto.

Hermanto berharap, dengan hadirnya program Upland ini dapat mengakselerasi hasil kopi di Kabupaten Magelang. Ia sangat bangga, seharusnya program Upland ini sudah bisa di dapat Kabupaten Magelang pada tahun 2021, namun program Upland baru menyentuh petani Kabupaten Magelang pada tahun 2025 dan sudah membuahkan hasil.

Untuk diketahui program Upland telah menjadi fondasi penting pembangunan pertanian dataran tinggi di Kabupaten Magelang. Setelah program selesai, Pemerintah Kabupaten Magelang siap melanjutkan berbagai praktik baik Upland melalui integrasi ke program daerah, termasuk penguatan kawasan hortikultura, kopi, dan pengembangan pertanian berkelanjutan.

Dalam hal Ini Hermanto memberi catatan agar bagaimana budidaya kopi Robusta di sini produktivitasnya bisa lebih tinggi dan lebih bagus kualitasnya.

"Berbicara mengenai ekspor kopi, harus yang betul-betul higienis dan berkualitas," kata Hermanto.

Ia juga menekankan kualitas menjadi salah faktor yang sangat penting bagi ekspor kopi sehingga membuka peluang yang lebih besar. Menurutnya masih banyak yang harus diperbaiki, mulai dari budidayanya sampai ke pasca panen, terutama di pengeringan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online