Pasien Obesitas Hampir 300 Kg di Sragen Meninggal Usai Dirawat di ICU
Pasien obesitas dengan berat badan hampir 300 kilogram di Sragen meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSSP Sragen.
Ilustrasi kecelakaan/Dokumen Harian Jogja
Harianjogja.com, SRAGEN—Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Jumat (7/8/2026) malam.
Perempuan bernama Sri Tartini, 74, tersebut ditemukan setelah warga curiga lantaran rumahnya terlihat gelap selama sekitar dua malam. Korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Kecurigaan warga semakin kuat karena tidak ada respons ketika korban dipanggil dari luar rumah maupun dihubungi melalui telepon.
Ketua RT 009/RW 004 Kelurahan Plumbungan, Suwarno, mengatakan kondisi tersebut kemudian diketahui oleh anak kandung korban.
"Tadi diketahui pada pukul 20.00 WIB. Anak kandung nenek yang mengetahui kejadian tersebut. Dua hari lampunya tidak dinyalakan. Dipanggil-panggil juga tidak ada yang menyahut. Tadi pintu sempat dijebol dan setelah masuk diketahui nenek sudah meninggal dunia," jelas Suwarno saat ditemui Espos, Jumat malam.
Setelah pintu rumah dibuka, warga menemukan Sri Tartini dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jenazah korban juga telah mengeluarkan bau tidak sedap.
Beberapa tetangga sempat mencium bau tersebut. Namun, warga tidak menyangka bahwa bau itu berasal dari jenazah korban yang diperkirakan telah meninggal selama sekitar dua hingga tiga hari.
Jenazah Dievakuasi Tim Gabungan
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas. Puluhan warga terlihat berkumpul di sekitar rumah korban ketika tim Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Sragen datang bersama Tim Identifikasi Polres Sragen dan Polsek Karangmalang.
Petugas memasang garis polisi di bagian teras rumah untuk membatasi akses warga ke lokasi.
Tim Inafis Polres Sragen kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban dan lokasi kejadian.
Setelah pemeriksaan awal selesai, Tim SPGDT melakukan proses evakuasi jenazah. Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) level II dan memasukkan jenazah ke dalam kantung jenazah.
Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans PMI Sragen menuju Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sekretaris PSC 119 Sukowati Sragen, Nengah Adnyana Oka Manuaba, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut melalui call center PSC 119 Sukowati.
"Kami mendapat informasi dari warga lewat call center PSC 119 Sukowati. Kami langsung menghubungi jejaring Puskesmas Karangmalang, PMI Sragen, dan yang lain. Kami langsung ke lokasi kejadian untuk assemen bersama tim SPGDT. Jenazah diperkirakan sudah meninggal selama tiga hari. Selanjutnya jenazah dievaluasi ke RSSP Sragen untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Oka.
Tidak Ada Tanda Kekerasan
Oka mengatakan korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan hipertensi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Jenazah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," kata Oka.
Setelah proses pemeriksaan dan evakuasi selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian warga karena korban diketahui tinggal seorang diri. Kondisi rumah yang gelap selama beberapa hari menjadi salah satu tanda yang membuat warga akhirnya mengecek keberadaan korban.
Proses penanganan dan evakuasi melibatkan sejumlah unsur, mulai dari PSC 119 Sukowati, PMI Sragen, Plumbungan Rescue atau FPRB Plumbungan, perangkat Kelurahan Plumbungan, Puskesmas Karangmalang, Baznas, BPBD Sragen, Polri, TNI, Tim Inafis Polres Sragen, MDMC, Senkom, Sragen Snake Rescue, Erisa Peduli, Lazismu, keluarga korban, hingga warga setempat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasien obesitas dengan berat badan hampir 300 kilogram di Sragen meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSSP Sragen.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.
Sopir truk kecelakaan maut di Mojosongo Solo ditangkap di Boyolali. Polisi masih memeriksa pengemudi untuk proses penyidikan.