Muskot Percasi Solo Memanas, Keikutsertaan Klub Dipertanyakan

Kurniawan
Kurniawan Minggu, 13 September 2026 19:37 WIB
Muskot Percasi Solo Memanas, Keikutsertaan Klub Dipertanyakan

Muskot Percasi Solo 2026 berlangsung panas. Peserta mempersoalkan kehadiran klub baru, sementara pimpinan rapat menyebutnya dinamika organisasi. /Espos.

Harianjogja.com, SOLO—Musyawarah Kota (Muskot) 2026 Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Solo di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo, Minggu (13/9/2026) siang, berlangsung panas. Sejumlah peserta melayangkan interupsi hingga terjadi adu argumentasi dengan pimpinan rapat.

Rapat yang dipimpin Guntur Wahyu Nugroho tersebut salah satunya mendapat interupsi dari Budi Setiyadi, perwakilan klub catur Benteng Keraton Chess Club (BCC) Solo. Budi mempertanyakan kehadiran perwakilan klub Kuda Terbang sebagai peserta Muskot Percasi Solo 2026.

Menurut Budi, klub Kuda Terbang baru berdiri sekitar dua pekan terakhir sehingga keikutsertaannya dalam Muskot dipertanyakan. Ia juga menilai persoalan internal kepengurusan Percasi Solo belum sepenuhnya terselesaikan sebelum Muskot digelar.

"Jadi intinya permasalahan internal pengurus Percasi belum terselesaikan, kenapa harus Muskot begitu. Kalau kita ikuti acara per acara ya kita sudah kalah, apalagi verifikasi. Ada yang tidak masuk, ada klub baru sudah masuk," ujar dia.

Klub Baru Dipersoalkan

Budi juga mempertanyakan mekanisme akomodasi klub-klub yang mengikuti Muskot. Menurut dia, terdapat klub baru yang dinilai hanya berupa komunitas dengan anggota yang sama dan bukan atlet.

"Klub yang hanya komunitas orangnya itu-itu saja bukan atlet, diakomodir. Tapi klub yang mendidik atlet malah justru tidak diakomodir," tutur dia.

Sementara itu, Guntur Wahyu Nugroho menjelaskan Muskot Percasi Solo 2026 digelar karena masa kepengurusan periode 2022-2026 telah berakhir. Pelaksanaan Muskot, menurut dia, merupakan agenda yang harus segera dilakukan sesuai AD/ART organisasi.

"Sesuai AD/ART kita harus segera menggelar Muskot 2026. Agenda Muskot pembahasan problem internal organisasi, juga bagaimana menuju tata kelola organisasi yang baik, optimalisasi organisasi," kata dia.

Guntur mengatakan agenda utama Muskot kali ini adalah memilih Ketua Percasi Solo untuk periode 2026-2030. Ia menyebut terdapat dua kandidat yang akan bersaing dalam pemilihan tersebut.

"Bisa saya informasikan ada dua kandidat ketua dalam hal ini, yaitu Mas Nafis Mahendra dari kalangan pengusaha, dan Mas Taufiqurrahman dari legislator Solo," ungkap dia.

Pimpinan Rapat Sebut Dinamika Organisasi

Mengenai suasana rapat yang sempat memanas dan diwarnai interupsi, Guntur menilai kondisi tersebut merupakan dinamika yang wajar dalam organisasi.

"Ya biasa lah kalau dinamika internal organisasi, ada keberatan dan lain-lain. Padahal ini forumnya untuk menyelesaikan keberatan-keberatan itu. Masalah internal, masing-masing sudah coba menjalankan fungsinya, kepengurusan, misalnya mencoba untuk merapikan, makanya kan tata kelola organisasi yang baik kita mencoba untuk merapikan. Bagaimana klub itu kita data kita verifikasi," tegas dia.

Ia optimistis berbagai persoalan yang muncul dalam Muskot dapat dibicarakan dan dicarikan jalan keluar. Menurut Guntur, tanggapan peserta merupakan bagian dari proses organisasi dan dapat menjadi bahan pembahasan dalam forum.

"Misalnya ada tanggapan dari peserta Muskot ya itu bagian dari dinamika organisasi. Itu biasa sekali. Jadi ya kita harapkan nanti masalah itu bisa kita diskusikan, perdebatkan, kita temukan solusinya. Termasuk nanti itu kan akan dibawa ke bagian Laporan pertanggung jawaban," terang dia.

Dengan demikian, Muskot Percasi Solo 2026 tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas sejumlah persoalan internal organisasi, termasuk pendataan dan verifikasi klub yang menjadi peserta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online