Borobudur 100 Digelar Desember, Ada Misi Donasi untuk Anak Cerebral Palsy

Nina Atmasari
Nina Atmasari Minggu, 27 September 2026 22:37 WIB
Borobudur 100 Digelar Desember, Ada Misi Donasi untuk Anak Cerebral Palsy

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengapresiasi Borobudur 100, dalam lsunching di Atrium Mall Artos Magelang pada Sabtu (26/9/2026) malam. /Harian Jogja-Nina Atmasari

Harianjogja.com, MAGELANG—Borobudur 100 tidak hanya menawarkan tantangan olahraga lari bagi para peserta. Ajang yang akan berlangsung di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, pada 19-20 Desember 2026 tersebut juga membawa misi sosial berupa penggalangan donasi untuk mendukung kebutuhan medis dan harian anak-anak penyandang cerebral palsy.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi konsep Borobudur 100 yang memadukan kegiatan olahraga dengan kepedulian sosial. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk ikut membantu anak-anak penyandang cerebral palsy.

“Kami berterima kasih sekali bahwa event ini juga membawa misi sosial yang luar biasa. Bagaimana mengumpulkan dana untuk donasi bagi anak-anak kita (penyandang) cerebral palsy,” ucapnya dalam acara launching Borobudur 100 di Atrium Mall Artos Magelang pada Sabtu (26/9/2026) malam.

Donasi untuk Kebutuhan Anak Cerebral Palsy

Sumarno menjelaskan dukungan bagi anak-anak dengan cerebral palsy diperlukan dalam berbagai kebutuhan. Bantuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan perawatan, tetapi juga mencakup kebutuhan penunjang aktivitas sehari-hari.

“Untuk penanganan anak-anak kita ini butuh dukungan untuk perawatan, untuk pemberian makanan tambahan, juga mungkin untuk menuju tempat perawatan, butuh kendaraan yang ramah disabilitas,” jelasnya.

Menurut Sumarno, persoalan tersebut menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki peran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi keterlibatan berbagai pihak juga dibutuhkan karena seluruh persoalan sosial tidak dapat ditangani sendiri.

Karena itu, dia berharap Borobudur 100 tidak berhenti sebagai agenda olahraga. Kegiatan tersebut diharapkan turut menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus mendorong kepedulian masyarakat kepada kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kami berharap event-event seperti ini juga akan memberi motivasi kepada masyarakat untuk peduli sesama,” ujarnya.

Sumarno juga berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk terlibat dalam kegiatan sosial serupa. Partisipasi publik dinilai penting untuk memperluas kepedulian terhadap anak-anak penyandang cerebral palsy.

“Mudah-mudahan nanti juga menginspirasi masyarakat untuk lebih banyak berpartisipasi, lebih banyak peduli kepada saudara-saudara kita yang masih kurang beruntung,” ujarnya.

Borobudur 100 Targetkan 1.000 Peserta

Sementara itu, Project Director Borobudur 100, Fajar Ali Setyo Tirtonagoro, mengatakan ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19-20 Desember 2026 di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Penyelenggara menargetkan sebanyak 1.000 peserta ambil bagian dalam Borobudur 100. Kompetisi lari tersebut akan mempertandingkan empat kategori, yakni 100K, 50K, 25K, dan 5K.

Selain mengikuti perlombaan, peserta juga memiliki kewajiban memberikan donasi. Batas waktu pemberian donasi ditetapkan paling lambat pada 10 Desember 2026.

"Jika tidak memberikan donasi, maka dinyatakan DNS atau Did Not Start," jelasnya.

Dengan demikian, Borobudur 100 menjadi agenda olahraga yang sekaligus menghubungkan aktivitas lari dengan dukungan sosial bagi anak-anak penyandang cerebral palsy. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 19-20 Desember 2026 di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online