Advertisement

Korban Arisan Online Geruduk Rumah LK, Kerugian Rp10 M

Indah Septiyaning Wardani
Rabu, 14 Januari 2026 - 22:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Korban Arisan Online Geruduk Rumah LK, Kerugian Rp10 M Ilustrasi penipuan. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, KARANGANYAR—Puluhan warga diduga menjadi korban penipuan arisan online dan lelang arisan yang dijalankan seorang perempuan berinisial LK, 28, warga Ngasem, Colomadu, Karanganyar. Kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp10 miliar dengan jumlah peserta yang dirugikan mencapai 57 orang.

Rabu (14/1/2026) malam, belasan hingga puluhan korban mendatangi rumah LK untuk meminta penjelasan. Namun hingga pukul 21.00 WIB, keberadaan perempuan tersebut tidak diketahui dan para korban gagal menemui yang bersangkutan.

Advertisement

Ainun Malis, 41, warga Kartasura, Sukoharjo, menjadi salah satu korban yang turut datang ke lokasi. Ia mengatakan LK mengaku telah mengelola arisan selama delapan tahun, sementara lelang arisan berjalan mulus hampir tiga tahun tanpa kendala berarti.

“Awal ikut, semuanya terlihat lancar. Saya masuk Oktober, sempat sekali cair. Setelah itu saya ditawari terus ikut lelang dengan iming-iming keuntungan besar,” ujar Ainun kepada Espos.

Skema Lelang Arisan Online

Ainun menjelaskan, skema yang ditawarkan LK berbentuk lelang setoran dengan nilai bervariasi. Salah satu paketnya, peserta menyetor Rp20 juta dengan janji akan menerima Rp30 juta dalam waktu satu bulan. Seluruh transaksi dilakukan secara online tanpa pertemuan rutin seperti arisan konvensional.

“Modusnya macam-macam. Katanya untuk biaya rumah sakit, kebutuhan mendadak, dan sebagainya. Karena sebelumnya lancar, kami percaya saja,” katanya.

Masalah mulai terasa pada awal Desember 2025. Dana pencairan beberapa peserta tak kunjung diberikan. Pada 6 Desember, LK sempat menghilang sebelum kembali muncul beberapa hari kemudian dan berjanji menyelesaikan pencairan dalam satu minggu.

“Dia sempat kabur, lalu pulang dan minta waktu untuk rekap. Kami bahkan diminta jangan melapor polisi karena dijanjikan semua akan dibayar,” ungkap Ainun.

Namun janji tersebut tak terealisasi. LK kembali beralasan rekening banknya diblokir. Setelah dicek, alasan itu justru tidak berkaitan dengan proses pencairan kepada peserta lainnya. Ainun menyebut dirinya merugi sekitar Rp250 juta dari modal yang disetor, dan nilai tersebut bisa menembus lebih dari Rp300 juta bila menghitung keuntungan yang dijanjikan. Beberapa korban lain bahkan menanggung kerugian mencapai Rp1,3 miliar.

“Banyak korbannya ibu rumah tangga. Ada juga yang sampai menalangi uang peserta lain karena dianggap koordinator,” tambahnya.

Sejumlah korban telah membuat laporan ke Polres Karanganyar. Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap dugaan penipuan arisan online tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : espos.id

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

KPK Dalami Modus Uang Hangus di Kasus Setjen MPR

KPK Dalami Modus Uang Hangus di Kasus Setjen MPR

News
| Kamis, 15 Januari 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement