Advertisement
Setahun MBG, Soloraya Miliki 568 Dapur SPPG, Terbanyak Boyolali
Petugas menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Cimahi, Jawa Barat. ANTARA - Lintang Budiyanti Prameswari.
Advertisement
Harianjogja.com, BOYOLALI—Setahun berjalan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatatkan 568 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah Soloraya. Kabupaten Boyolali menempati posisi kedua terbanyak dengan 93 dapur, tepat di bawah Klaten.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha, dalam pertemuan dengan pegawai dan pengusaha SPPG se-Soloraya di Kali Pepe Land, Ngemplak, Boyolali, Jumat (16/1/2026).
Advertisement
“Dapur di Soloraya telah mencapai 568 SPPG. Boyolali ada 93 SPPG, Klaten 105 SPPG, Sukoharjo 77 SPPG, Wonogiri 72 SPPG, Karanganyar 77 SPPG, Sragen 85 SPPG, dan Surakarta 59 SPPG,” ujarnya.
Masih Butuh Penambahan Dapur
BACA JUGA
Meski jumlahnya terlihat besar, Dadang menyebut capaian tersebut masih belum memenuhi target penerima manfaat MBG. Karena itu, BGN terus memetakan peluang penambahan dapur di lokasi-lokasi yang dinilai masih memungkinkan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pengusaha kuliner asal Solo, Puspo Wardoyo, yang menjadi salah satu pionir pendirian SPPG di Boyolali. Pada awal Januari 2026, Puspo membuka empat dapur MBG sekaligus dan melayani hingga 12.000 siswa.
Saat itu, sistem pembayaran masih menggunakan skema reimburse. Menurut Dadang, komitmen para pelaku usaha pada fase awal menjadi tonggak penting keberlangsungan program.
“Ini bukan sekadar bisnis, tetapi persoalan kemanusiaan. Bapak dan Ibu adalah pahlawan masa kini,” ucapnya.
Ia menambahkan, satu dapur SPPG rata-rata menyerap sekitar 50 tenaga kerja dan turut menggerakkan sektor pangan karena membutuhkan pasokan sayuran, telur, ayam, dan bahan pangan lainnya.
BGN juga mulai membangun SPPG di wilayah 3T, seiring komitmen pemerintah memperbaiki pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
Respons Pemda Boyolali
Bupati Boyolali Agus Irawan mengapresiasi pelaksanaan MBG di wilayahnya yang disebut relatif minim kendala.
“Penerima manfaat sangat bersyukur. Boyolali memiliki 22 kecamatan dan wilayah utara tingkat kemiskinannya cukup tinggi, sehingga program ini sangat membantu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa MBG merupakan wujud kepedulian kemanusiaan sekaligus bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menurut Agus, Puspo Wardoyo menjadi inspirasi karena langsung mendirikan empat dapur di Kecamatan Ngemplak. “Ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lain,” katanya.
Sementara itu, Puspo Wardoyo mengajak para pengusaha SPPG untuk menjaga kekompakan dan keberlanjutan usaha.
Ia bercerita banyak rekan pengusaha datang berkonsultasi soal pendirian SPPG. “Dulu sistemnya nekat saja, tapi sekarang sudah jauh lebih tertata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




