Advertisement

Hujan Deras Picu Longsor di Wonogiri, Dua Rumah Terancam

Muhammad Diky Praditia
Minggu, 18 Januari 2026 - 22:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Hujan Deras Picu Longsor di Wonogiri, Dua Rumah Terancam Warga bergotong-royong membersihkan material longsor di Kelurahan Girirejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Minggu (18/1 - 2026). (Istimewa)

Advertisement

Harianjogja.com, WONOGIRI—Hujan berintensitas tinggi kembali memicu bencana tanah longsor di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (17/1/2025). Dua rumah warga nyaris rata dengan tanah setelah tebing di sekitar permukiman ambrol. Beruntung seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum material longsor menerjang.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan salah satu rumah terdampak merupakan milik Rudi Hartono di Kelurahan Ngargosari. Longsoran tebing membuat sisi kiri rumah tersebut menggantung tanpa penopang tanah sehingga sangat berisiko ambruk.

Advertisement

“Material longsor sempat menutup akses jalan antarkecamatan. Warga bersama unsur terkait sudah melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material longsor dan drainase. Saat ini jalan dan saluran air sudah kembali berfungsi normal,” ujar Fuad, Minggu (18/1/2026).

Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Jaten, Kecamatan Tirtomoyo. Rumah milik Katino hampir terseret longsor setelah talut di dekat bangunan itu roboh. Meski tembok rumah masih bertahan, kondisi bangunan kini sangat rawan jika hujan turun kembali.

Wilayah Paling Rawan Longsor

Berdasarkan catatan BPBD Wonogiri, Kecamatan Tirtomoyo merupakan wilayah dengan kejadian longsor terbanyak. Sepanjang 2024, tercatat 52 peristiwa longsor terjadi di kecamatan ini. Di tingkat kabupaten, sepanjang 2025 terdapat 162 bencana, dan 89 di antaranya berupa tanah longsor.

Fuad menjelaskan bahwa sejak awal Desember 2025, BPBD Wonogiri telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor dan banjir.

“Desember hingga Februari adalah periode krusial bagi Wonogiri. Kondisi topografi yang berlereng, lembah, dan karst membuat risiko bencana hidrometeorologi sangat tinggi,” jelasnya. Semua unsur Forkopimda diminta bersinergi agar penanganan bencana bisa dilakukan cepat saat kejadian.

Koordinator Pemadam Kebakaran Kabupaten Wonogiri, Sriyanto Kembo, mengatakan sejumlah personel dan armada damkar dikerahkan untuk membantu pembersihan material longsor yang menutup jalan di Tirtomoyo pada Minggu pagi.

“Material sudah berhasil dibersihkan,” ungkapnya.

BPBD mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan tebing atau lereng curam agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca hujan dengan durasi dan intensitas tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

KNKT Ungkap Penyebab Pesawat ATR 42-500 Pecah Berhamburan

KNKT Ungkap Penyebab Pesawat ATR 42-500 Pecah Berhamburan

News
| Senin, 19 Januari 2026, 01:17 WIB

Advertisement

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif

Wisata
| Sabtu, 17 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement