Advertisement

Banjir Bandang, Pemkab Tegal Tetapkan Tanggap Darurat di Wisata Guci

Newswire
Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:57 WIB
Maya Herawati
Banjir Bandang, Pemkab Tegal Tetapkan Tanggap Darurat di Wisata Guci Petugas BPBD Kabupaten Tegal, Polri, dan relawan melakukan pembersihan sisa material yang menumpuk di kawasan objek wisata Guci akibat terjadi banjir bandang di Tegal, Sabtu (24/1/2026). ANTARA - ist/Oky Lukmansyah

Advertisement

Harianjogja.com, TEGAL—Pemerintah Kabupaten Tegal menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan di kawasan objek wisata Guci, Jawa Tengah, menyusul peristiwa banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (24/1), sebagai langkah percepatan penanganan dampak kerusakan fasilitas wisata dan infrastruktur pendukung.

Penetapan status tanggap darurat ini difokuskan pada upaya penanganan darurat terhadap sejumlah bangunan dan fasilitas umum yang rusak akibat banjir bandang, meski peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak langsung terhadap permukiman warga.

Advertisement

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M. Afifudin, menjelaskan berdasarkan hasil pendataan sementara, kerusakan hanya terjadi pada fasilitas kawasan wisata serta sejumlah jembatan penghubung.

“Kami memastikan tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah yang terdampak, kecuali beberapa fasilitas objek wisata dan tiga jembatan yang hilang. Oleh karena itu, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan untuk penanganan darurat,” katanya saat dihubungi di Tegal, Sabtu (24/1/2026).

Adapun fasilitas objek wisata yang mengalami kerusakan dan tertutup material banjir meliputi Pancoran 13, Pancoran 5, serta Pemandian Air Panas. Sementara itu, tiga jembatan dilaporkan hilang, yakni dua jembatan yang berada di kawasan objek wisata Guci serta satu jembatan penghubung Siramp dan Bumijawa.

Hingga saat ini, kondisi debit air Sungai Gung yang melintasi kawasan wisata Guci terpantau masih dalam kategori normal, meskipun hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mengguyur wilayah tersebut.

Akibat tumpukan material berupa pasir dan batu, BPBD Kabupaten Tegal menutup total akses ke Pancoran 13, Pancoran 5, dan pemandian air panas demi keselamatan pengunjung dan masyarakat.

Sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana, BPBD Kabupaten Tegal juga akan melakukan perencanaan ulang atau desain kawasan objek wisata Guci agar lebih aman ke depannya.

“Kami mengupayakan melakukan desain kawasan itu lebih aman pasca-bencana. Jembatan akan dibangun lagi setelah puncak hujan selesai atau sekitar pertengahan Februari 2026,” kata Afifudin.

Ia menambahkan, Bupati Tegal telah menginstruksikan Camat Bojong dan Camat Bumijawa agar mengarahkan masyarakat menggunakan jalur alternatif, mengingat jembatan penghubung masih ditutup untuk sementara waktu.

Selain itu, sebanyak 11 titik longsor yang terjadi di wilayah Siramp dan Bumijawa hingga menuju Kabupaten Brebes kini sudah dapat dilalui kendaraan. Material longsoran yang menutup badan jalan berhasil dibersihkan sekitar pukul 13.30 WIB melalui kerja sama BPBD, Polri, dan para relawan, sehingga akses transportasi kembali normal dan mendukung kelancaran aktivitas warga di sekitar kawasan terdampak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Identifikasi Korban ATR 42-500 Rampung, DVI Serahkan Jenazah ke Keluar

Identifikasi Korban ATR 42-500 Rampung, DVI Serahkan Jenazah ke Keluar

News
| Sabtu, 24 Januari 2026, 21:27 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement