Advertisement

Gempa Bantul M4,5 Picu Kerusakan di Klaten, Dua Warga Terluka

Taufiq Sidik Prakoso
Selasa, 27 Januari 2026 - 20:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Gempa Bantul M4,5 Picu Kerusakan di Klaten, Dua Warga Terluka Kondisi tembok salah satu ruangan di SMKN 1 Gantiwarno yang retak setelah getaran gempa yang terasa hingga wilayah Klaten, Selasa (27/1 - 2026) siang. (Istimewa)

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN — Gempa bumi yang berpusat di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengguncang sejumlah daerah pada Selasa (27/1/2026) siang dan getarannya dirasakan hingga Kabupaten Klaten. Dampak guncangan tersebut menyebabkan beberapa bangunan mengalami kerusakan, mulai dari genteng rontok, plafon ambruk, hingga tembok yang mengalami retak, serta mengakibatkan sejumlah warga terluka.

Getaran gempa dirasakan hampir merata di berbagai kecamatan di Kabupaten Klaten dengan intensitas yang cukup kuat di dalam rumah-rumah warga.

Advertisement

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Syahruna, menjelaskan skala intensitas gempa mencapai III MMI.

“Skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu,” kata Syahruna saat dihubungi Espos, Selasa (27/1/2026).

Syahruna membenarkan adanya sejumlah laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut. Salah satunya terjadi di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, di mana genteng rumah warga dilaporkan rontok.

Kerusakan serupa juga terjadi di SMKN 1 Gantiwarno, berupa genteng yang melorot serta tembok ruangan yang mengalami retak-retak.

“Tadi kami sudah mendatangi di SMK Gantiwarno. Selain genteng, ada bagian tembok yang retak-retak. Tadi sudah koordinasi dengan sekolah, untuk siswa dipulangkan,” kata Syahruna.

Tembok yang mengalami kerusakan langsung ditangani pihak sekolah sebagai langkah awal pengamanan. Selain itu, BPBD Klaten juga menerima laporan adanya warga yang mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.

Dua warga dilaporkan terluka, masing-masing berada di wilayah Kadibolo, Kecamatan Wedi, serta di Kecamatan Prambanan, dengan luka pada bagian kepala dan pelipis.

“Saat ini kami masih melakukan pengecekan untuk warga yang dilaporkan terluka,” jelas Syahruna.

Ia menegaskan gempa yang mengguncang Klaten pada Selasa siang tidak berkaitan dengan gempa bermagnitudo 5,5 yang terjadi di Pacitan pada pagi harinya.

BPBD Klaten mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik.

“Kami mengimbau masyarakat selalu memperhatikan dan mengakses informasi yang dapat dipertanggungjawabkan melalui kanal resmi lembaga yanga berwenang dan telah terverifikasi,” ungkap Syahruna.

Salah satu warga Dukuh Sekarbolo, Desa Jiwowetan, Kecamatan Wedi, Wiyono, mengaku genteng di rumahnya, tepatnya di atas kamar tidur, rontok akibat getaran gempa.

“Ini dapat informasi dari anak kalau gentengnya rontok. Ini minta bantuan tetangga untuk membenahi genteng karena cuaca juga sudah mendung,” jelas Wiyono.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Gantiwarno, Eka Susanti, mengungkapkan kerusakan cukup terlihat di SMKN 1 Gantiwarno. Beberapa genteng melorot, sebagian plafon rontok, serta terdapat dinding yang retak.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa lebih awal.

“Tadi siswa dipulangkan sekitar pukul 14.30 WIB dari yang semestinya pulang pukul 15.15 WIB dan sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah,” ungkap Eka Susanti.

Ia menambahkan Camat Gantiwarno bersama Muspika serta BPBD Klaten telah turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 13.15 WIB dengan magnitudo 4,5.

Episenter gempa berada di koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur atau sekitar 16 kilometer arah timur Bantul, DIY, dengan kedalaman 11 kilometer.

Sebelumnya, BMKG juga melaporkan gempa bermagnitudo 5,5 yang terjadi pada Selasa (27/1/2026) pukul 08.20 WIB.

Pusat gempa berada sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 105 kilometer, dan getarannya turut dirasakan hingga wilayah Kabupaten Klaten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : espos.id

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pembunuhan Ibu di Ponorogo, Polisi Buru Anak Korban hingga Gunungkidul

Pembunuhan Ibu di Ponorogo, Polisi Buru Anak Korban hingga Gunungkidul

News
| Selasa, 27 Januari 2026, 20:57 WIB

Advertisement

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Wisata
| Selasa, 27 Januari 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement