Kecelakaan Tawangmangu: Motor Tabrak Pagar, Ayah-Anak Meninggal
Kecelakaan di Jalan Tawangmangu–Solo menewaskan ayah dan anak setelah motor menabrak pagar SPPG. Dua anggota keluarga lainnya masih dirawat.
Foto ilustrasi mendaki gunung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KARANGANYAR— Upaya pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, hingga hari ke-9 masih belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara intensif sejak pagi hingga sore hari, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, Selasa (27/1/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Hendro Prayitno, menyampaikan bahwa pada hari ke-9 pencarian, sebanyak enam Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik. Operasi dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan dihentikan sekitar pukul 16.00 WIB.
“Enam SRU kami gerakkan sejak pagi sampai sore hari ini, namun hasilnya masih nihil,” ujar Hendro kepada Espos, Selasa petang.
Dalam pelaksanaan pencarian, fokus utama diarahkan pada area Pos 3 jalur pendakian Bukit Mongkrang. Hal ini menindaklanjuti laporan adanya bau anyir yang diduga tercium di sekitar lokasi tersebut. Untuk memastikan laporan itu, tim khusus diterjunkan guna melakukan penyisiran secara menyeluruh, termasuk penyisiran vertikal.
“Terkait bau anyir yang diperkirakan berada di Pos 3, hari ini kami turunkan tim sendiri untuk meneliti lokasi tersebut, termasuk tim vertikal. Hasilnya masih belum ditemukan apa-apa,” jelasnya.
Selain penyisiran jalur pendakian, upaya pencarian juga diperkuat dengan penambahan personel relawan. Pada hari yang sama, tim relawan Wanadri dari Bandung mengirimkan lima personel guna membantu operasi pencarian pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang.
“Hari ini juga kedatangan tim Wanadri dari Bandung sebanyak lima personel. Rencananya mereka nge-camp di puncak dan mulai bergerak besok pagi,” kata Hendro.
Pada hari ke-9 pencarian, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah turut meninjau langsung proses pencarian di kawasan Bukit Mongkrang. Kunjungan tersebut melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Karanganyar, BPBD, Forkopimcam, Basarnas, serta pihak keluarga korban.
“Pak Sekda juga membantu dukungan logistik, khususnya untuk dapur umum,” imbuh Hendro.
Ia menambahkan bahwa Rabu (28/1/2026) menjadi hari terakhir masa perpanjangan operasi pencarian. Keputusan mengenai apakah pencarian akan dilanjutkan atau dihentikan akan ditentukan setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh pihak terkait.
“Besok hari terakhir perpanjangan. Keputusan akan kami ambil setelah evaluasi besok sore, musyawarah bersama Forkopimcam, Basarnas, BPBD, dan keluarga korban,” ujarnya.
Hendro juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama selama proses pencarian. Kabut tebal dan hujan yang kerap turun di kawasan Bukit Mongkrang memengaruhi jarak pandang serta efektivitas tim dalam melakukan penyisiran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tiga karya budaya Sleman resmi ditetapkan sebagai WBTb nasional 2025, yakni Reog Keprajuritan, Sruntul, dan Bebek Bacem Nglengis.