Advertisement
Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas Bersih-Bersih Rupang Sambut Imlek 2577
Juru bicara Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas Sobitananda mengangkat salah satu rupang yang akan dibersihkan dalam rangka persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas, Kabupaten Bsnyuy, Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026). ANTARA - Sumarwoto
Advertisement
Harianjogja.com, BANYUMAS—Tradisi bersih-bersih rupang atau patung para suci digelar di Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas sebagai bagian dari persiapan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, yang jatuh pada 17 Februari 2026. Ritual ini dilaksanakan pada 24 bulan ke-12 penanggalan Imlek sebagai simbol penyucian diri dan tempat ibadah menjelang pergantian tahun.
Advertisement
Tradisi tersebut dilakukan serentak oleh kelenteng di berbagai belahan dunia. Juru Bicara Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas, Sobitananda, menjelaskan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membersihkan rupang, patung leluhur, serta perlengkapan persembahyangan sebelum memasuki tahun baru.
“Bulan 12 tanggal 24 penanggalan Imlek, semua kelenteng di seluruh dunia mengadakan acara bersih-bersih rupang atau patung para suci dan patung leluhur serta peralatan persembahyangan. Setelah selesai dibersihkan selama dua sampai lima hari ke depan, kami mulai kembali melaksanakan persembahyangan,” katanya di Banyumas, Rabu (11/2/2026).
BACA JUGA
Ia menjelaskan Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas memiliki 18 altar persembahyangan dengan jumlah rupang yang berbeda-beda di setiap altar. Ada altar yang memiliki satu rupang, tiga rupang, bahkan lima rupang.
“Secara keseluruhan dari 18 altar ini, kurang lebih kami memiliki sekitar 24 sampai 25 rupang,” katanya.
Khusus untuk altar Mbah Kuntjung, tidak terdapat rupang atau patung para suci. Altar tersebut menggunakan simbol tiga bilah keris sebagai representasi budaya Kejawen.
“Untuk altar Mbah Kuntjung, kami meletakkan tiga buah keris sebagai simbol budaya Kejawen. Jadi tidak ada rupang atau patung, tetapi menggunakan simbol tiga keris tersebut,” katanya.
Menurut Sobitananda, tradisi bersih-bersih rupang tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan fisik membersihkan patung dan perlengkapan ibadah, tetapi juga sebagai simbol penyucian hati dan pikiran sebelum memasuki Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Dengan demikian, umat diharapkan dapat menjalani kehidupan dengan semangat dan energi yang lebih baik.
Ia menambahkan, puncak perayaan Imlek tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026 atau tanggal 1 bulan 1 penanggalan Imlek. Pada momentum tersebut, umat Tri Dharma akan menggelar sembahyang besar untuk menyambut musim semi yang dimaknai sebagai pergantian Tahun Baru Imlek.
Rangkaian sembahyang diawali dengan menyalakan lilin sebagai simbol menyambut musim semi dan datangnya Tahun Baru Imlek 2577 yang dalam penanggalan Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda Api.
“Tahun Kuda Api ini membawa energi tersendiri bagi kehidupan kita. Api memiliki arti energi yang besar, namun emosi juga harus tetap terkendali. Semoga ke depan ada loncatan-loncatan besar bagi negara kita untuk lebih baik dan lebih maju,” kata Sobitananda.
Momentum Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas ini tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai budaya dan spiritual yang terus dirawat menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi Bahas Pangan dan Industri
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Fasilitas Publik Termasuk Sekolah di Bantul Pulih Seusai Gempa Pacitan
- Bantul Belum Pastikan Pagu Dana Desa 2026, Tunggu Mekanisme Penyaluran
- Petani Sewon Bantul Kendalikan Hama Padi Pakai Drone
- Usulan Wartawan Udin Jadi Pahlawan Pers Menguat
- Kolaborasi Frogs Indonesia-UAD Dorong Industri Drone Nasional
Advertisement
Advertisement



