Advertisement

Volume Sampah ke TPA Mojorejo Sukoharjo Naik 22 Ton per Hari Awal 2026

R Bony Eko Wicaksono
Minggu, 15 Februari 2026 - 19:47 WIB
Sunartono
Volume Sampah ke TPA Mojorejo Sukoharjo Naik 22 Ton per Hari Awal 2026 Foto ilustrasi bank sampah anorganik, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SUKOHARJO—Volume sampah yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, melonjak 22 ton per hari pada awal 2026. Kenaikan itu tercatat dari rata-rata 230 ton per hari menjadi 252 ton per hari pada akhir Januari.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DLH Sukoharjo, Ihsan Fauzi, mengatakan pada hari biasa volume sampah yang masuk ke TPA Mojorejo berkisar 220–230 ton per hari. Namun, pada akhir Januari terjadi lonjakan signifikan hingga mencapai sekitar 250 ton per hari.

Advertisement

“Jadi peningkatan volume sampahnya cukup signifikan,” ujar Ihsan saat diwawancarai Espos, Minggu (15/2/2026).

Menurut dia, kenaikan volume sampah dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya, upaya pemilahan sampah rumah tangga dari sumbernya yang belum berjalan maksimal. Saat ini, sampah rumah tangga dan usaha masih mendominasi timbulan sampah yang diangkut ke TPA Mojorejo.

Selain itu, permohonan pengangkutan sampah ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo juga meningkat. Ihsan mencontohkan, masyarakat di wilayah Weru kini lebih banyak mengajukan permohonan pengangkutan sampah ke TPA Mojorejo dibanding sebelumnya.

Adapun sampah rumah tangga terbesar berasal dari tiga kecamatan, yakni Kartasura, Grogol, dan Sukoharjo. Ketiganya menjadi penyumbang utama karena jumlah penduduknya lebih banyak dibandingkan sembilan kecamatan lainnya di Kabupaten Sukoharjo.

Tak hanya sampah rumah tangga, timbulan sampah juga berasal dari sektor komersial seperti restoran, hotel, dan tempat hiburan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, TPA Mojorejo diproyeksikan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Konsep ini mengintegrasikan proses pengumpulan, pemilahan, hingga pemrosesan akhir sampah guna menghasilkan produk bernilai tambah.

“Pembangunan TPST harus disokong pemerintah pusat karena membutuhkan anggaran yang cukup besar. Kemungkinan pembangunan dikerjakan pada 2028, tetapi tetap bergantung pada kebijakan pemerintah pusat,” jelas Ihsan.

Sementara itu, Ketua II Divisi Penelitian dan Inovasi Forum Bank Sampah Sukoharjo, Mulyani Nurul, mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah melalui metode reduce, reuse, recycle (3R) serta pemilahan berbasis bank sampah.

Hingga awal 2026, tercatat ada 267 bank sampah yang tersebar di 167 desa/kelurahan di Kabupaten Sukoharjo. Menurut Mulyani, penguatan kelembagaan bank sampah di tingkat desa dan kelurahan menjadi kunci menekan volume sampah yang masuk ke TPA Mojorejo.

“Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi sampah yang masuk ke TPA Mojorejo. Hal ini harus terus didorong sembari memperkuat lembaga bank sampah di setiap desa dan kelurahan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polisi Selidiki Stiker QR Judi Online di Jaksel

Polisi Selidiki Stiker QR Judi Online di Jaksel

News
| Minggu, 15 Februari 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement