Advertisement
Hujan Deras Picu Longsor di Wonogiri, Dua Rumah Terancam
Warga bergotong-royong membersihkan material longsor di Kelurahan Girirejo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Minggu (18/1 - 2026). (Istimewa)
Advertisement
Harianjogja.com, WONOGIRI—Hujan berintensitas tinggi kembali memicu bencana tanah longsor di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (17/1/2025). Dua rumah warga nyaris rata dengan tanah setelah tebing di sekitar permukiman ambrol. Beruntung seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum material longsor menerjang.
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan salah satu rumah terdampak merupakan milik Rudi Hartono di Kelurahan Ngargosari. Longsoran tebing membuat sisi kiri rumah tersebut menggantung tanpa penopang tanah sehingga sangat berisiko ambruk.
Advertisement
“Material longsor sempat menutup akses jalan antarkecamatan. Warga bersama unsur terkait sudah melakukan penanganan darurat dengan membersihkan material longsor dan drainase. Saat ini jalan dan saluran air sudah kembali berfungsi normal,” ujar Fuad, Minggu (18/1/2026).
Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Jaten, Kecamatan Tirtomoyo. Rumah milik Katino hampir terseret longsor setelah talut di dekat bangunan itu roboh. Meski tembok rumah masih bertahan, kondisi bangunan kini sangat rawan jika hujan turun kembali.
BACA JUGA
Wilayah Paling Rawan Longsor
Berdasarkan catatan BPBD Wonogiri, Kecamatan Tirtomoyo merupakan wilayah dengan kejadian longsor terbanyak. Sepanjang 2024, tercatat 52 peristiwa longsor terjadi di kecamatan ini. Di tingkat kabupaten, sepanjang 2025 terdapat 162 bencana, dan 89 di antaranya berupa tanah longsor.
Fuad menjelaskan bahwa sejak awal Desember 2025, BPBD Wonogiri telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor dan banjir.
“Desember hingga Februari adalah periode krusial bagi Wonogiri. Kondisi topografi yang berlereng, lembah, dan karst membuat risiko bencana hidrometeorologi sangat tinggi,” jelasnya. Semua unsur Forkopimda diminta bersinergi agar penanganan bencana bisa dilakukan cepat saat kejadian.
Koordinator Pemadam Kebakaran Kabupaten Wonogiri, Sriyanto Kembo, mengatakan sejumlah personel dan armada damkar dikerahkan untuk membantu pembersihan material longsor yang menutup jalan di Tirtomoyo pada Minggu pagi.
“Material sudah berhasil dibersihkan,” ungkapnya.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan tebing atau lereng curam agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca hujan dengan durasi dan intensitas tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemerintah Umumkan BHR 2026, Grab Siapkan Rp110 Miliar untuk Mitra
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Kembali Longsor, Jalur di Tanjakan Clongop Gedangsari Ditutup
- Cuaca Ekstrem Terjang DIY, Gunungkidul Paling Terdampak
- Polda DIY Matangkan Pengamanan Lebaran Lewat Latpraops Ketupat Progo
- Zakat Fitrah 2026 di DIY Rp45.000, Baznas Jamin Tak Terkait MBG
- Tebing 25 Meter Masih Labil, Warga Sriharjo Bantul Diminta Mengungsi
Advertisement
Advertisement







