Advertisement

13 DPC PSI Semarang Mundur Massal Seusai Ketua DPD Diganti

Newswire
Senin, 23 Februari 2026 - 10:17 WIB
Sunartono
13 DPC PSI Semarang Mundur Massal Seusai Ketua DPD Diganti Penyalaan lilin oleh para kader di Kantor DPD PSI Kota Semarang di Jalan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah, Minggu (22/2/2026) malam. (Solopos - Adhik Kurniawan).

Advertisement

Harianjogja.com, SEMARANG—Konflik internal PSI Kota Semarang mencapai titik panas setelah Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, diberhentikan dan posisinya digantikan pelaksana tugas (Plt). Dampaknya, 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI Kota Semarang secara serentak menyatakan pengunduran diri pada Minggu (22/2/2026) malam.

Gelombang pengunduran diri itu dilakukan secara simbolik di Kantor DPD PSI Kota Semarang, Jalan Jagalan, Semarang Tengah. Para kader menyalakan lilin, mengembalikan atribut partai, serta membacakan puisi sebagai ekspresi kekecewaan atas dinamika konflik internal PSI Kota Semarang.

Advertisement

Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafilah Rozaq, menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk realisasi pengunduran diri dari struktur kepengurusan di tingkat DPC.

“Ada 13 DPC beserta jajaran pengurusnya yang mengundurkan diri. Mulai malam ini, kami sepakat kembali menjadi kader biasa,” ujarnya.

Menurut Hanif, pemberhentian Bangkit dan penunjukan Plt tidak memiliki dasar yang jelas. Ia mengklaim aspirasi DPC tidak lagi didengar oleh pimpinan partai dalam konflik internal PSI Kota Semarang yang terus berkembang.

Upaya dialog, lanjutnya, telah ditempuh melalui DPW dengan dukungan tanda tangan 13 DPC. Namun, komunikasi yang diarahkan ke DPP melalui berbagai saluran disebut tidak membuahkan respons.

Soroti Peran DPW

Ketua DPC PSI Semarang Tengah, Teguh Pambudi, menilai penunjukan Plt sebagai bentuk arogansi DPW PSI Jawa Tengah. Ia berpendapat DPW seharusnya berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara DPC dan DPP, bukan justru memicu kebingungan baru di tengah konflik internal PSI Kota Semarang.

“Sejak awal kami mempertanyakan kenapa ketua kami di-Plt-kan tanpa sebab dan alasan kuat. Kami menilai itu sebagai bentuk arogansi,” tegasnya.

Teguh menyebut polemik ini merupakan bagian dari rangkaian peristiwa yang bermula saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada 11 Januari 2026 di Hotel Triizz.

Dalam forum tersebut, 13 dari 16 DPC memilih walk out dan menyatakan mosi tidak percaya terhadap surat keputusan kepengurusan DPD yang kembali menetapkan Melly Pangestu sebagai sekretaris.

Para DPC menilai keputusan itu bertentangan dengan kesepakatan awal serta mencerminkan kurangnya transparansi di tingkat DPW maupun DPP. Situasi konflik internal PSI Kota Semarang ini dinilai berpotensi memengaruhi soliditas organisasi, terutama menjelang agenda politik mendatang di Jawa Tengah yang menuntut konsolidasi menyeluruh hingga tingkat cabang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BMKG: Gempa Dangkal Magnitudo 2,7 Guncang Buton

BMKG: Gempa Dangkal Magnitudo 2,7 Guncang Buton

News
| Senin, 23 Februari 2026, 12:57 WIB

Advertisement

Lalampa, Wisata Kuliner Khas Malut Favorit Saat Ramadan

Lalampa, Wisata Kuliner Khas Malut Favorit Saat Ramadan

Wisata
| Minggu, 22 Februari 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement