Balap Liar Ganggu Pasien RS Panti Waluyo, Polisi Sita 10 Motor
Polresta Solo menyita 10 sepeda motor balap liar dan berknalpot brong di depan RS Panti Waluyo setelah menerima keluhan dari keluarga pasien.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Banjir akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo merendam ratusan rumah warga di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (15/4/2026). Warga terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti masjid dan rumah kerabat yang berada di lokasi lebih tinggi.
Berdasarkan informasi di lapangan, hujan deras yang mengguyur wilayah Sukoharjo sejak Selasa (14/4) sore hingga malam menjadi pemicu utama meningkatnya debit air sungai. Kondisi ini menyebabkan air meluap dan masuk ke permukiman warga di sejumlah titik rawan.
Dua Kecamatan Terdampak
Banjir dilaporkan terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Grogol dan Kecamatan Baki. Di wilayah Grogol, genangan air merendam permukiman di beberapa desa seperti Manang, Sanggrahan, Cemani, Madegondo, hingga Langenharjo.
Kepala Desa Manang, Sumarno, menyebut banjir meluas hampir ke seluruh wilayah desanya. Titik terparah berada di Dusun Babat Baru dan Dusun Tangkil Baru.
“Hampir sebagian wilayah Desa Manang terdampak banjir. Yang paling parah di Dusun Babat Baru dan Tangkil Baru. Mungkin sekitar 500 rumah warga yang terendam banjir, itu belum dusun lainnya,” ujarnya.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sepaha orang dewasa. Sejumlah warga lanjut usia bahkan harus dievakuasi menggunakan perahu karet oleh relawan karena tidak mampu menyelamatkan diri secara mandiri.
Kondisi Mulai Surut
Memasuki Rabu dini hari, intensitas hujan mulai menurun sehingga debit air perlahan surut. Meski demikian, beberapa titik di Grogol masih tergenang cukup tinggi, khususnya di wilayah yang berada di dataran rendah.
“Sekarang mulai surut, tapi di Babat Baru dan Tangkil Baru masih lumayan tinggi,” tambah Sumarno.
Sementara itu, di Desa Gentan, Kecamatan Baki, banjir juga sempat merendam ratusan rumah sejak Selasa malam. Ketua relawan setempat, Sentot Maryanto, mengatakan kondisi air kini berangsur turun dan sebagian warga mulai kembali ke rumah.
Akses Jalan Terganggu
Meski air mulai surut, dampak banjir masih terasa pada akses transportasi. Sejumlah ruas jalan masih tergenang sehingga belum bisa dilalui kendaraan.
Salah satu jalur yang terdampak adalah ruas Baki–Pajang yang untuk sementara ditutup karena genangan air masih cukup tinggi. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan.
Warga Bersih-Bersih
Hingga Rabu pagi, warga bersama relawan masih melakukan pemantauan sekaligus membersihkan rumah dari sisa lumpur dan air. Aktivitas ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan pascabanjir.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya kerentanan wilayah di sekitar aliran Bengawan Solo terhadap banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Solo menyita 10 sepeda motor balap liar dan berknalpot brong di depan RS Panti Waluyo setelah menerima keluhan dari keluarga pasien.
Alat berbasis AI dari Australia mampu mengenali nyamuk pembawa DBD dan malaria hanya dari suara sayap tanpa internet dan laboratorium.
Emergency kit mobil dapat membantu pengemudi menghadapi kondisi darurat seperti ban bocor, aki tekor, atau kendaraan mogok. Simak daftar perlengkapan yang wajib
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Media Vietnam The Thao 247 menyoroti kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Bali United. Hasil tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan skuad Garuda menghadapi Pi
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling