Advertisement
Banjir Putus Ruas Semarang-Grobogan, Ini Dampaknya ke Trans Jateng
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—Banjir yang memutus ruas Semarang–Grobogan berdampak langsung pada penurunan penumpang Bus Trans Jateng rute Gubug–Godong. Okupansi kini merosot hingga 47% dari kondisi normal akibat jalur yang belum bisa dilalui.
Kepala Balai Trans Jateng, Agung Pramono, menjelaskan jumlah penumpang pulang-pergi (PP) saat ini hanya sekitar 1.083 orang per hari. Padahal, dalam kondisi normal tingkat keterisian bisa mencapai 95%.
Advertisement
“Rata-rata 95% kondisi normalnya. Sekarang turun kisaran 47%,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Penurunan signifikan ini dipicu banjir bandang di wilayah Gubug yang membuat akses utama tidak dapat dilintasi kendaraan umum. Hingga kini, belum tersedia jalur alternatif yang memungkinkan operasional bus berjalan normal.
BACA JUGA
Akibat anjloknya jumlah penumpang, armada yang dioperasikan juga disesuaikan. Dari semula 14 unit bus, kini hanya 12 unit yang tetap beroperasi.
“Kita kurangi armadanya karena demand juga berkurang banyak. Kalau tetap operasionalkan penuh, nanti boros di operasional,” jelas Agung.
Operasional penuh rencananya akan kembali diberlakukan setelah perbaikan jalur oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah rampung. Pihak Trans Jateng berharap perbaikan infrastruktur selesai sebelum memasuki masa mudik Lebaran 2026.
Sebagai informasi, akses Semarang–Grobogan terputus setelah tanggul Sungai Tunyang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan jebol pada 16 Februari 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan arus transportasi dan distribusi barang terganggu.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengakui okupansi rute Gubug–Godong terdampak cukup signifikan. Trayek ini selama ini menjadi favorit masyarakat, khususnya buruh pabrik, karena tarifnya sangat terjangkau, yakni Rp1.000.
Perbaikan jalur hingga kini masih dikebut oleh instansi terkait untuk memulihkan konektivitas wilayah sekaligus menggerakkan kembali aktivitas ekonomi warga yang terdampak banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
- Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
- Kasus Keracunan MBG, BGN DIY Minta Evaluasi Total SOP
Advertisement
Advertisement








