Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Kondisi atap ruang kelas II SDN 2 Sribit ambruk, Jumat (3/4/2026). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN — Insiden ambruknya atap ruang kelas terjadi di SDN 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Kamis (2/4/2026) siang. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena seluruh siswa telah meninggalkan sekolah saat peristiwa berlangsung.
Ruang kelas II menjadi titik kerusakan terparah. Material atap berupa genteng dan rangka kayu runtuh ke dalam ruangan, bahkan berdampak pada ruang kelas I dan perpustakaan yang berada di sisi kanan dan kiri.
Kepala SDN 2 Sribit, Sri Rejeki, menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 12.20 WIB, sesaat setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
“Kami mendengar suara krek-krek lalu tiba-tiba bruk. Kami panik dan langsung melihat ternyata ruang kelas II ambruk,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2026).
Ia menyebut aktivitas belajar hari itu berakhir sekitar pukul 12.10 WIB, sementara siswa kelas II sudah lebih dulu pulang pada pukul 10.30 WIB.
Guru Sedang Rapat Saat Kejadian
Saat insiden terjadi, para guru masih berada di sekolah dan tengah mengikuti rapat di ruang guru untuk membahas persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menurut Sri Rejeki, kondisi cuaca sebelum kejadian tidak menunjukkan tanda-tanda ekstrem. “Sebenarnya kemarin hanya ada sedikit angin dan cuaca panas,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perbaikan terakhir atap sekolah dilakukan pada 2005 dan hanya bersifat tambal sulam serta penggantian genting.
KBM Dialihkan, Siswa Belajar dari Rumah
SDN 2 Sribit memiliki 32 siswa yang tersebar di enam tingkat kelas. Untuk sementara, siswa kelas I dan II diminta belajar dari rumah pada Sabtu (5/4/2026), sementara kelas lainnya tetap masuk.
Mulai Senin (6/4/2026), seluruh siswa dijadwalkan kembali belajar di sekolah dengan skema pembagian ruang sementara. Kelas II akan menempati ruang kelas V, kelas IV menggunakan ruang guru, kelas V dipindahkan ke ruang kepala sekolah, dan kelas I menggunakan ruang kelas IV.
BPBD Lakukan Asesmen
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah melakukan peninjauan lokasi pada Jumat.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menyatakan kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas II yang atapnya roboh total.
“Untuk kelas II atap roboh total. Kelas I kuda-kuda sudah melengkung dan di perpustakaan beberapa reng juga rusak,” ujarnya.
Pihak BPBD memastikan tidak ada korban dalam kejadian ini dan telah berkoordinasi dengan sekolah serta Dinas Pendidikan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun fasilitas mengalami kerusakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.