Advertisement

Banjir Terjang Grobogan, 3.176 Keluarga Terdampak

Newswire
Jum'at, 03 April 2026 - 19:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Banjir Terjang Grobogan, 3.176 Keluarga Terdampak Ilustrasi Foto udara kondisi satu dari dua titik jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (17/2 - 2026).

Advertisement

Harianjogja.com, GROBOGAN — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berdampak luas terhadap ribuan warga. BPBD Kabupaten Grobogan mencatat sebanyak 3.176 kepala keluarga (KK) terdampak akibat genangan yang terjadi di 16 desa.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, menyampaikan banjir terjadi pada Kamis (2/4/2026) malam dan tersebar di lima kecamatan, yakni Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, Tegowanu, dan Purwodadi.

Advertisement

Menurutnya, tingginya curah hujan sejak sore hingga malam hari, ditambah kiriman air dari Sungai Tuntang dan Sungai Serang, menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman warga.

Kedungjati Paling Parah

Wilayah dengan dampak paling besar berada di Kecamatan Kedungjati dengan total 2.102 KK terdampak. Banjir merendam sembilan desa, di antaranya Wates, Kalimaro, Jumo, hingga Kedungjati dan Kentengsari.

Ketinggian air di kawasan ini dilaporkan berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter. Selain merendam rumah, banjir juga menyebabkan sedikitnya 11 rumah mengalami kerusakan ringan, terutama di Desa Ngombak dan Kedungjati.

Sebaran Dampak di Kecamatan Lain

Di Kecamatan Gubug, genangan air merendam dua desa, yakni Penadaran dan Ringinharjo, dengan total 814 keluarga terdampak. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 20 hingga 60 sentimeter.

Sementara di Kecamatan Tegowanu, banjir menggenangi sekitar 200 rumah di Desa Sukorejo dan Tanggirejo. Aktivitas belajar di SD Negeri 2 Sukorejo juga sempat terganggu akibat genangan air.

Di Kecamatan Tanggungharjo, luapan Sungai Kliteh menyebabkan banjir di Desa Sugihmanik yang berdampak pada 60 keluarga. Genangan air juga sempat menghambat arus lalu lintas di jalur Gubug–Kedungjati, tepatnya di Desa Mrisi.

Adapun di Kecamatan Purwodadi, air menggenangi ruas jalan Danyang–Pengkol di Desa Candisari sepanjang kurang lebih 100 meter dengan ketinggian sekitar 20–25 sentimeter.

Penanganan dan Imbauan

BPBD bersama relawan dan warga telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari koordinasi dengan pemerintah desa hingga penyaluran bantuan berupa karung dan terpal.

Selain itu, kerja bakti dilakukan untuk memperkuat tanggul Sungai Tuntang di Desa Ringinharjo guna mencegah luapan susulan.

Saat ini, sebagian besar genangan air dilaporkan telah surut dan warga mulai kembali beraktivitas. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang masih berpeluang terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bulog Targetkan Penyaluran 828 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang 2026

Bulog Targetkan Penyaluran 828 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang 2026

News
| Jum'at, 03 April 2026, 23:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement