Advertisement
BNPB Ungkap Penyebab Banjir di Solo
Warga membersihkan rumahnya yang tergenang air saat banjir di Kelurahan Tipes, Serengan, Solo, Rabu (15/4/2026). Banjir yang menggenangi sejumlah rumah warga di kelurahan tersebut sejak 14 April 2026 malam itu diakibatkan oleh hujan deras serta meluapnya Sungai Jenes. Menurut warga setempat ketinggian air mencapai sekitar 80 cm hingga kini mulai menyusut dengan ketinggian kurang lebih 30cm.(Solopos - J Howi Widodo).
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Banjir yang melanda Solo pada Selasa (14/4/2026) malam dipastikan dipicu curah hujan tinggi yang berkaitan dengan dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 92S. Hal tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa meskipun posisi bibit siklon berada di barat daya Sumatera dan mulai menjauh dari wilayah Indonesia, dampaknya masih memicu peningkatan intensitas hujan di sejumlah daerah.
Advertisement
Fenomena tersebut berdampak pada wilayah Sumatera bagian selatan hingga Pulau Jawa, termasuk kawasan Solo Raya. BNPB pun mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi dalam dua sampai tiga hari ke depan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
BACA JUGA
Ribuan Warga Terdampak
BNPB mencatat banjir mulai terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 21.42 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah kota. Hingga Rabu (15/4/2026) petang, sebanyak 1.083 kepala keluarga terdampak di 12 kelurahan.
Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah antara lain Kelurahan Pajang, Kedung Lumbu, dan Tipes. Selain genangan air yang merendam permukiman, kejadian ini juga menyebabkan talud longsor di kawasan Pajang.
Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman, seperti masjid, sekolah, hingga balai warga.
Penanganan dan Bantuan
Dalam penanganan bencana ini, petugas gabungan dari BPBD Kota Surakarta bersama instansi terkait bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Bantuan yang diberikan meliputi matras, paket sembako, serta pendirian dapur umum guna memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Selain Solo, BNPB juga melaporkan kejadian banjir di Kabupaten Bandung pada periode yang sama. Banjir di wilayah tersebut dipicu hujan lebat yang menyebabkan tanggul Sungai Cisunggalah jebol.
Dua kecamatan terdampak yakni Majalaya dan Bojongsoang, dengan jumlah korban mencapai sekitar 95 kepala keluarga atau sekitar 250 jiwa.
Waspada Cuaca Ekstrem
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi susulan. Peringatan ini juga merujuk pada prakiraan BMKG yang menyebut hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Lampung, Banten, Jawa Barat, Jakarta, hingga Jawa Tengah.
Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih waspada, terutama di daerah rawan banjir dan longsor, guna meminimalkan risiko dampak bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Lowongan untuk Ribuan Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Ini Syaratnya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Tanah di Sekitar Kelok 23 Melonjak, Investor Belum Masuk
- Sekolah Rakyat Lendah Dikebut, Target Juli Sudah Dibuka
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Klinik Pratama Tamanmartani Dikebut, Warga Segera Punya Opsi Baru
- Aplikasi Angkotku Mulai Jalan, Warga Bantul Belum Bisa Akses
Advertisement
Advertisement







