Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz dalam rapat koordinasi (rakor) Kota Sehat di Aula Adipura Kencana kantor Wali Kota Magelang, Senin (18/3/2024). Ist/humaspemkotmagelang
Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang berkomitmen untuk menjadikan Kota Magelang sebagai penyelenggara Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Indonesia sebagaimana diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo.
Hal itu dikemukakan Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz dalam rapat koordinasi (rakor) Kota Sehat di Aula Adipura Kencana kantor Wali Kota Magelang, Senin (18/3/2024).
Capaian Kota Sehat adalah upaya berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, dan bagaimana pemerintah daerah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya.
"Sudah banyak Kabupaten/Kota yang masuk jadi penyelenggara Kota Sehat, maka perlu ditegaskan lagi komitmen seluruh stakeholder, termasuk pariwisata, pendidikan, lalu lintasnya juga sehat. Nanti Forkopimda juga kita ajak," kata Dokter Aziz usai rakor.
BACA JUGA: Kota Magelang Peringkat Keenam Kota Toleran se-Indonesia
Disampaikan bahwa, Kabupaten/Kota Sehat adalah daerah yang memiliki lingkungan, penduduk dan perilakunya sehat. Termasuk perindustrian hingga wisatanya juga sehat.
"Di Kota Magelang perindustrian, perdagangan, yang dirasa harus ditingkatkan lagi. Kemudian wisatanya," sebutnya.
Dia meminta agar rakor tersebut harus digunakan sebaik-baiknya untuk membangun komitmen bersama, dilanjutkan dengan upaya meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat jejaring dan kemitraan.
"Saya juga mendorong semua pihak untuk nyawiji, dalam nyengkuyung upaya mewujudkan Kota Sehat," tandasnya.
Kepala Dinas Kota Magelang dr. Istikomah menyebutkan, Kabupaten/Kota Sehat diselenggarakan dalam 9 tatanan yang dinilai dengan 150 indikator.
Tatanan tersebut antara lain Kehidupan masyarakat sehat mandiri (28 indikator), permukiman dan fasilitas umum (26 indikator), Satuan pendidikan (11 indikator), pasar (12 indikator) dan Perkantoran dan perindustrian (14 indikator).
Kemudian, pariwisata (13 indikator), transportasi dan tertib lalu lintas (16 indikator), perlindungan sosial (19 indikator) dan penanggulangan bencana (11 indikator).
"Kota Sehat artinya tercapainya kondisi Kabupaten/Kota untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat bekerja bagi warganya dengan cara terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain, sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktivitas dan perekonomian masyarakat," ungkapnya.
Adapun tujuan diadakan rakor Kota Sehat ini tentu saja untuk mencapai komitmen bersama mewujudkan Kota Magelang sebagai Kota Sehat, serta menyusun rencana aksi Tim Pembina Kota Sehat serta menyiapkan data dukung guna penyusunan dokumen penilaian Kota Sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026
Desain iPhone 17 Pro kini menginspirasi HP Android. Huawei Nova 16 SE, Itel Power 80, HMD Asha 305, dan Oppo A7 Pro Max hadir dengan harga mulai Rp1 jutaan.
Prabowo menjelaskan SMA Unggul Garuda menggunakan kurikulum IB untuk menyiapkan siswa masuk universitas terbaik dunia.