13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Lokasi penemuan bayi yang diduga dibuang dalam kondisi masih hidup di antara tumpukan sampah dekat jembatan Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten, Senin (12/8/2024) sore. /Istimewa.
Harianjogja.com, KLATEN—Sesosok bayi yang diduga dibuang ditemukan dalam kondisi masih hidup di antara tumpukan sampah dekat jembatan Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Klaten, Senin (12/8/2024) sore. Bayi ditemukan dalam kantong plastik berwarna hitam itu kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Kapolsek Karanganom, AKP Panut Haryono menjelaskan bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan seorang warga sekitar pukul 16.00 WIB. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Karanganom. Lokasi penemuan di jembatan atau perbatasan antara Desa Brangkal dengan Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom.
BACA JUGA : Warga Lendah Temukan Bayi Menangis di Lubang Sebuah Jamban, Polres Kulonprogo Cari Pelakunya
"Lokasi penemuan di antara area persawahan dan jauh dari permukiman. Jenis kelamin perempuan dan diperkirakan baru lahir karena ari-ari masih melekat,” kata Panut dilansir Solopos.
Panut menjelaskan dari hasil pengecekan petugas Puskesmas, bayi dalam kondisi sehat dan normal. Berat bayi sekitar 2,9 kilogram. Polsek segera berkoordinasi dengan Dissos P3APPKB Klaten terkait temuan bayi telantar tersebut.
Personel Polsek Karanganom terus melakukan penyelidikan terkait penemuan bayi itu. Hal itu termasuk menelusuri siapa ibu sang bayi.
“Terkait dengan penanganan bayi kami koordinasi dengan Puskesmas dan koordinasi dengan Dinas Sosial soal langkah selanjutnya. Adapun terkait perkaranya [pembuangan bayi] kami melaksanakan penyelidikan untuk menelusuri siapa ibu dari bayi atau yang melakukan perbuatan itu [membuang bayi],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.