Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Warga Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, yang sedang bekerja bakti menemukan sejumlah batu yang diduga benda cagar budaya, sekitar bulan Agustus 2024. /iIstimewa.
Harianjogja.com, BOYOLALI—Warga Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, yang sedang bekerja bakti menemukan sejumlah batu yang diduga benda cagar budaya, sekitar bulan Agustus 2024.
Sejumlah batu yang menjadi objek diduga benda cagar budaya (ODCB) tersebut sempat dicek oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jateng-DIY, Jumat (27/9/2024).
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Boyolali, Eko Sumardiyanto, mengungkapkan pengecekan untuk memastikan apakah bebatuan yang ditemukan termasuk benda cagar budaya atau tidak.
“Temuan di sana ada beberapa, yaitu pipisan atau alat untuk membuat jamu serta penggilasnya. Terus ada tujuh umpak dan lumpang,” katanya dilansir Espos, Selasa (1/10/2024).
Ia menjelaskan saat mengecek, BPK juga menggambar dan meneliti sehingga akhirnya bisa ditarik kesimpulan apakah batuan yang ditemukan termasuk benda cagar budaya atau tidak.
Eko menjelaskan barang ditemukan saat kerja bakti masyarakat saat pembuatan jalan tembus Desa Kembang-Seboto. Saat penggalian tanah, masyarakat menemukan batu-batu tersebut di kedalaman sekitar dua meter.
Warga lalu melaporkan temuan tersebut ke Pemerintah Desa (Pemdes) Kembang. Selanjutnya, Pemdes melaporkan temuan ke Disdikbud Boyolali.
“Kondisinya yang berupa gilingan itu patah. Untuk pipisan masih utuh. Ada juga umpak, kata RT setempat, di sana ada sunan yang mau mendirikan masjid. Sudah dibuatkan umpak, tapi enggak jadi,” kata dia.
Untuk ukuran umpak, kata dia, sekitar 40 cm. Lalu, panjang pipisan sekitar 20 cm. Benda-benda tersebut kemudian disimpan di rumah ketua RT setempat.
Bebatuan tersebut hanya berada di pinggir jalan sehingga dikhawatirkan ada orang yang mengambil. “Untuk batuannya diperkirakan oleh BPK dari zaman Majapahit. Namun, ini belum diteliti sepenuhnya, baru perkiraan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur