Guru di Magelang Didorong Adaptif Hadapi Generasi Digital, Ini Tantangannya
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Pentas tari dalam pembukaan Grebeg Suro di lapangan Kampung Magersari, Rabu (25/6/2025). /Ist-Dok Prokompim Kota Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG–Grebeg Suro menjadi tradisi yang dilestarikan masyarakat di Gunung Tidar Kota Magelang, Jawa Tengah. Acara budaya ini juga menarik minat wisatawan.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mendukung pun mendukung pelestarian budaya Grebeg Suro yang digelar warga sekitar Kebun Raya Gunung Tidar tersebut. Ia berharap, tradisi tahunan ini bisa menjadi event wisata unggulan Kota Magelang.
“Budaya lokal seperti Grebeg Suro ini harus terus dilestarikan. Pemerintah akan menata kawasan Gunung Tidar menjadi zona religi dan edukasi, agar makin menarik dan berdampak bagi ekonomi warga,” kata Damar Prasetyono, saat menghadiri pembukaan Grebeg Suro di lapangan Kampung Magersari, Rabu (25/6/2025).
Acara berlangsung dua hari, dengan puncak ritual adat di Puncak Gunung Tidar pada malam 1 Suro, Kamis (26/6/2025).
Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Amirul Nugraheni, menyebut jumlah peserta ritual tahun ini diprediksi mencapai 8.000 orang, meningkat dari tahun sebelumnya.
BACA JUGA: Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Polda Metro Jaya Jadwalkan Pemeriksaan untuk Lesty Kejora
Ia menilai Grebeg Suro berdampak signifikan terhadap kunjungan wisata dan ekonomi warga, terutama UMKM.
"Dari pengalaman tahun lalu, selama bulan Suro jumlah pengunjung bisa mencapai 41.000 orang. Mudah-mudahan di tahun ini bisa meningkat lagi," ucapnya.
Ketua panitia, Sigit Anwari menambahkan, Grebeg Suro 2025 diisi dengan berbagai petunjuk seni tradisional. Kemudian, prosesi adat berupa arak-arakan gunungan mengelilingi Jalan Ikhlas dan Jalan Kahendran sampai titik akhir di puncak Gunung Tidar.
Gunungan terdiri dari hasil bumi, tahu, dan pakaian, yang nantinya diperebutkan warga sebagai simbol berkah.
"Ritual ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang mengangkat lakon Wahyu Mahkuto Romo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
DPRD Kulon Progo mendorong pemerataan perbaikan jalan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, usaha UMKM, dan ekonomi warga.
Suara Ibu Indonesia Yogyakarta menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah dalam aksi kreatif di Titik Nol Kilometer Jogja.
PSS Sleman membenahi detail bertahan dan menyerang demi membalas kekalahan dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027.
UGM melatih petani di Wonosari, Gunungkidul, mengenali dan mengendalikan hama serta penyakit tanaman pangan dan hortikultura.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendukung pengembangan Kabupaten Magelang sebagai sentra sapi perah baru untuk memperkuat upaya mencapai swasembada susu