Menekan Impor LPG dengan DME di Dapur Rumah Tangga
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Bakso - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat peran pelaku usaha mikro, khususnya pedagang bakso, sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Langkah ini ditempuh melalui berbagai program pendampingan agar para pelaku usaha mampu berkembang dan naik kelas.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pedagang bakso merupakan salah satu sektor usaha mikro dengan jumlah terbesar di wilayahnya. Keberadaan mereka dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga perputaran ekonomi di tingkat bawah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan halal bihalal yang digelar Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara Bersatu Jawa Tengah di Wisma Perdamaian.
Berdasarkan data asosiasi, terdapat sekitar 17.500 pedagang bakso yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi sektor ini dalam mendukung perekonomian daerah.
Untuk itu, pemerintah menilai perlu adanya intervensi konkret agar pelaku usaha tidak stagnan di level mikro. Salah satu upaya yang didorong adalah percepatan sertifikasi halal, yang dinilai menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing produk.
“Sertifikasi halal memang tidak sederhana, karena mencakup banyak aspek mulai dari alat hingga proses produksi. Di sini peran pemerintah diperlukan untuk mendampingi,” ujar Ahmad Luthfi.
Selain sertifikasi, pendampingan juga mencakup peningkatan kualitas pengolahan bahan baku, termasuk daging, hingga manajemen usaha yang lebih profesional. Dengan langkah ini, diharapkan para pedagang mampu memperluas pasar dan meningkatkan omzet.
Di sisi lain, Ketua Umum APMISO, Lasiman, mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku usaha bakso saat ini. Persaingan yang semakin ketat serta fluktuasi harga bahan baku menjadi kendala utama dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Ia menekankan pentingnya dukungan pembiayaan sebagai faktor krusial bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan kapasitas produksi maupun memperbesar skala bisnis.
Tak hanya itu, Lasiman juga mendorong kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk memperkuat aspek teknologi, pemasaran, dan inovasi produk. Menurutnya, sinergi ini akan membantu pelaku usaha lebih adaptif menghadapi perubahan pasar.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap sektor usaha bakso tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi usaha yang lebih modern dan kompetitif, sekaligus terus berkontribusi dalam memperkuat ekonomi mikro di Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pengembangan DME dari batu bara dinilai berpotensi mengurangi impor LPG dan menekan beban subsidi energi nasional.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan