Polresta Magelang Sita 42 Kg Bahan Mercon Jelang Ramadan
Polresta Magelang menyita 42 kg obat mercon jelang Ramadhan 2026 dan menangkap empat tersangka untuk mencegah bahaya bahan peledak.
Sejumlah petani melihat demplot pertanian modern percontohan di Dusun Krangean, Ngablak, Kabupaten Magelang, Senin (29/6/2026). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG— Di tengah tantangan regenerasi petani di Indonesia, ratusan petani muda di Kabupaten Magelang justru menunjukkan optimisme dengan mengembangkan pertanian berbasis teknologi modern. Langkah tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dinilai semakin menjanjikan bagi generasi muda.
Sebanyak 500 petani muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang mengikuti pelatihan pertanian modern melalui Program Better Life Farming (BLF) yang diselenggarakan Bayer Indonesia di Lapangan Cakra Buana, Desa Krangean, Kecamatan Ngablak, Senin (29/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai penerapan teknologi budidaya, pemanfaatan teknologi digital, strategi memperluas akses pasar, hingga membangun jejaring dengan sektor perbankan dan pelaku usaha pertanian.
Peserta berasal dari sejumlah sentra hortikultura di Kabupaten Magelang, seperti Kecamatan Ngablak, Sawangan, Dukun, hingga Muntilan. Mereka juga berkesempatan bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan yang mendukung pengembangan usaha tani, mulai dari lembaga perbankan, penyedia sarana dan prasarana pertanian, hingga kelompok tani yang telah berhasil menerapkan teknologi modern di lahan pertanian mereka.
Salah seorang peserta, Arum Wulandari, petani asal Subleman, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, menilai sektor pertanian kini semakin menarik bagi generasi muda karena masih menawarkan prospek ekonomi yang menjanjikan.
"Bekerja sebagai petani tidak terikat waktu. Kami bisa mengatur sendiri jam kerja, dan yang terpenting hasilnya juga cukup menjanjikan, tidak kalah dengan bekerja sebagai karyawan," ujarnya.
Menurut Arum, perubahan terbesar yang dirasakan petani muda terjadi pada semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam proses budidaya. Pengolahan lahan yang sebelumnya mengandalkan tenaga manual kini dilakukan menggunakan berbagai jenis traktor sesuai kebutuhan. Sementara itu, penyemprotan tanaman telah memanfaatkan alat elektrik, sedangkan sistem pengairan menggunakan mesin diesel maupun kincir elektrik sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.
Pemanfaatan teknologi tidak berhenti di lahan pertanian. Petani muda juga mulai menggunakan media sosial sebagai sarana berbagi pengalaman sekaligus memperluas peluang ekonomi melalui pembuatan konten digital.
"Di lingkungan saya mulai banyak petani muda yang juga menjadi kreator konten. Kami membuat konten tentang kegiatan sehari-hari sebagai petani. Bahkan, ada yang sudah memperoleh penghasilan tambahan dari konten dan program afiliasi," katanya.
Semangat serupa juga terlihat di Dusun Krangean, Desa Krangean, Kecamatan Ngablak. Kepala Dusun Krangean, Wardoyo, mengatakan mayoritas petani di wilayahnya merupakan generasi muda yang terbuka terhadap perkembangan teknologi dan inovasi pertanian.
"Di sini ada sekitar 120 kepala keluarga, sekitar 70 persen di antaranya merupakan petani. Kebanyakan adalah petani muda yang terbuka terhadap perkembangan teknologi maupun inovasi, mulai dari pengendalian hama hingga pengolahan lahan secara berkelompok," jelasnya.
Wardoyo menambahkan, para petani di desanya juga menerapkan pengelolaan lahan secara kolektif melalui demplot milik desa. Selain menjadi sarana belajar penerapan teknologi pertanian modern, hasil panen dari lahan tersebut turut dinikmati masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya.
Pemilihan Kecamatan Ngablak sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Kawasan di lereng Gunung Merbabu tersebut merupakan salah satu sentra hortikultura terbesar di Jawa Tengah sekaligus menjadi pemasok utama berbagai komoditas sayuran untuk sejumlah daerah perkotaan. Beragam komoditas hortikultura seperti kol, kentang, dan cabai dibudidayakan di kawasan tersebut dengan dukungan teknologi pertanian modern.
Head of BLF Bayer Indonesia, Maria Magdalena Pakpahan, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Bayer SATRIA (Sinergi Petani Muda Mitra Bayer untuk Indonesia). Program ini dirancang untuk mencetak petani muda yang produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Generasi muda berperan penting bagi kemajuan dan ketahanan pangan Indonesia. Better Life Farming memberikan kami pengalaman bagaimana pendampingan yang tepat mampu mengubah cara petani bekerja dan meningkatkan kehidupan mereka. Kini Program Bayer SATRIA menjadi pendekatan baru untuk menguatkan transformasi pertanian generasi berikutnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Magelang menyita 42 kg obat mercon jelang Ramadhan 2026 dan menangkap empat tersangka untuk mencegah bahaya bahan peledak.
Hotel di Bantul membidik pasar komunitas untuk mendongkrak okupansi saat libur sekolah. PHRI menargetkan tingkat hunian mencapai 70 persen.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp57.050 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional terbaru berdasarkan data PIHPS Nasional
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY
Seorang nenek di Rongkop, Gunungkidul, tewas diduga saat memadamkan api pembakaran sampah. BPBD mengingatkan bahaya kebakaran lahan