201 Balita Stunting di Kota Magelang Terima Bantuan Pangan

Nina Atmasari
Nina Atmasari Selasa, 30 Juni 2026 12:47 WIB
201 Balita Stunting di Kota Magelang Terima Bantuan Pangan

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyerahkan bantuan balita stunting dalam pencanangan Gerakan Stop Boros Pangan di Pendopo Pengabdian, Senin (29/6/2026). /Ist-Dok Prokompim Kota Magelang

Harianjogja.com, KOTA MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang menyalurkan bantuan bahan makanan kepada 201 balita stunting sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan kerawanan pangan dan meningkatkan pemenuhan gizi anak. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan bersamaan dengan pencanangan Gerakan Stop Boros Pangan.

Program tersebut digelar di Pendopo Pengabdian pada Senin (29/6/2026). Dalam kesempatan itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono secara simbolis menyerahkan bantuan kepada balita stunting sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.

Damar Prasetyono mengatakan Gerakan Stop Boros Pangan bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola pangan, mulai dari merencanakan konsumsi, mengambil makanan sesuai kebutuhan, hingga memanfaatkan bahan pangan secara optimal agar tidak terbuang percuma.

"Gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya menghargai pangan dengan cara merencanakan konsumsi secara tepat, mengambil makanan sesuai kebutuhan, serta memanfaatkan bahan pangan secara optimal guna mengurangi terjadinya pemborosan."

Ia menegaskan, upaya mengurangi pemborosan pangan maupun penanganan kerawanan pangan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

"Baik penanganan kerawanan pangan maupun pencanangan Stop Boros Pangan ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak," ujarnya.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, menyampaikan organisasinya siap mendukung Gerakan Stop Boros Pangan melalui edukasi yang berkelanjutan di lingkungan keluarga. Ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi food waste atau pemborosan pangan.

"TP PKK Kota Magelang akan melaksanakan kampanye pencegahan pemborosan pangan, mendorong perilaku mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan tanpa sisa, serta menginternalisasikan Gerakan Stop Boros Pangan dalam setiap kegiatan PKK," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang, Agus Dwi Windarto, menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi pemborosan pangan, tetapi juga memperkuat sinergi dalam penanganan kerawanan pangan serta peningkatan kualitas gizi masyarakat.

"Kegiatan ini juga mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kota Magelang," ungkapnya.

Mengacu pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, stunting merupakan kondisi ketika tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar usianya akibat kekurangan nutrisi yang berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh kurangnya asupan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berada dalam periode pertumbuhan.

Kemenkes juga menjelaskan bahwa stunting merupakan bentuk kekurangan gizi kronis yang terjadi karena asupan nutrisi tidak memenuhi kebutuhan tubuh dalam waktu lama. Kondisi ini dapat mulai terjadi sejak janin masih berada di dalam kandungan dan umumnya mulai terlihat ketika anak memasuki usia dua tahun.

Dampak stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak. Kekurangan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) juga meningkatkan risiko penyakit serta mengganggu perkembangan kognitif. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tingkat kecerdasan sekaligus produktivitas anak ketika memasuki usia dewasa, sehingga penanganan stunting menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online