Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi

Nina Atmasari
Nina Atmasari Selasa, 30 Juni 2026 11:17 WIB
Makam Kyai Langgeng Direvitalisasi, Magelang Kembangkan Wisata Religi

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meletakkan batu pertama renovasi Makam Kyai Langgeng di kawasan Taman Kyai Langgeng, Senin (29/6/2026). /Ist- Dok Prokompim Kota Magelang

Harianjogja.com, MAGELANG— Pemerintah Kota Magelang memulai revitalisasi Makam Kyai Langgeng sebagai bagian dari upaya melestarikan situs bersejarah sekaligus memperkuat pengembangan wisata religi. Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis hibah dan peletakan batu pertama renovasi Makam Kyai Langgeng di kawasan Taman Kyai Langgeng, Senin (29/6/2026).

Revitalisasi Makam Kyai Langgeng menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Magelang dalam menjaga warisan budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Selain mempercantik kawasan makam, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata religi sekaligus memperkenalkan sejarah Kota Magelang kepada masyarakat yang lebih luas.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan pemerintah berkomitmen merawat berbagai situs budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Menurutnya, pelestarian peninggalan sejarah menjadi tanggung jawab bersama agar nilai-nilai perjuangan para pendahulu tetap dikenal oleh generasi mendatang.

"Pemerintah serius merevitalisasi situs-situs budaya di Kota Magelang. Artinya kita pelihara dengan baik. Kota Magelang ini dikenal sebagai pakunya Tanah Jawa. Dari situ masyarakat memahami bahwa di kota ini ada sejarah yang tidak boleh dilupakan," ujar Damar.

Ia menjelaskan, sosok Eyang Kyai Langgeng memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah bangsa, khususnya pada Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro pada 1825–1830. Oleh karena itu, pelestarian Makam Kyai Langgeng tidak hanya dimaknai sebagai perawatan situs sejarah, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap jasa para tokoh yang berperan pada masa perjuangan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Damar turut menyampaikan apresiasi kepada R. Bambang Sridaya beserta keluarga yang telah memberikan hibah untuk mendukung renovasi Makam Kyai Langgeng.

"Taman Kyai Langgeng bukan hanya taman hiburan masyarakat, tetapi juga wisata religi yang akan terus kami kembangkan," imbuhnya.

Sementara itu, R. Bambang Sridaya mengungkapkan keputusan memberikan hibah renovasi makam berangkat dari panggilan spiritual untuk ikut menjaga dan melestarikan peninggalan leluhur di Kota Magelang. Menurutnya, kawasan makam akan ditata lebih baik agar mampu menampung kegiatan keagamaan maupun kunjungan peziarah dengan lebih nyaman.

"Saya mendapat petunjuk secara spiritual untuk mengagungkan dan meluhurkan para leluhur kita, khususnya Kyai Langgeng. Kawasan makam ini akan diperluas, diperindah, dipaving, sehingga lebih layak untuk kegiatan haul maupun kunjungan para peziarah," ujarnya.

Direktur Taman Kyai Langgeng, Sri Widodo, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan R. Bambang Sridaya dalam pelestarian salah satu situs sejarah penting di Kota Magelang. Ia menilai renovasi tersebut akan memberikan manfaat bagi pengembangan wisata religi sekaligus memperkuat edukasi sejarah kepada masyarakat.

Menurut Sri Widodo, berbagai sumber sejarah lokal serta catatan Keraton Yogyakarta menyebut Mbah Kyai Langgeng sebagai tokoh spiritual sekaligus pengikut setia dan penasihat spiritual Pangeran Diponegoro selama berlangsungnya Perang Jawa. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam upaya pelestarian Makam Kyai Langgeng sebagai bagian dari warisan sejarah dan destinasi wisata religi di Kota Magelang.

"Berdasarkan berbagai sumber sejarah lokal dan catatan Keraton Yogyakarta, Mbah Kyai Langgeng diyakini merupakan tokoh spiritual sekaligus pengikut setia dan penasihat spiritual Pangeran Diponegoro pada masa Perang Jawa," jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online