Dorong Peningkatan Kompetensi, BP3MI Jateng Siapkan 6.000 Pekerja Migran

Nina Atmasari
Nina Atmasari Selasa, 20 Oktober 2026 22:47 WIB
Dorong Peningkatan Kompetensi, BP3MI Jateng Siapkan 6.000 Pekerja Migran

Pembukaan program SMK Go Global, di Gedung Perdamaian, Komplek Balai Desa Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (20/10/2026)./Ist-Dok

Harianjogja.com, MAGELANG — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah menargetkan penempatan tenaga kerja ke luar negeri untuk Provinsi Jawa Tengah pada 2026 mencapai 6.000 orang.

Oleh karena itu, BP3MI Jawa Tengah mendorong peningkatan kompetensi calon pekerja migran melalui program SMK Go Global.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim P3KLN BP3MI Jawa Tengah, Di Asuti Wulandari, saat menghadiri pembukaan program SMK Go Global, di Gedung Perdamaian, Komplek Balai Desa Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (20/10/2026). Sebanyak 309 peserta asal Kabupaten Magelang terpilih mengikuti pelatihan tersebut.

Di Asuti Wulandari mengatakan SMK Go Global merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memperluas kesempatan kerja di luar negeri melalui peningkatan kualitas dan kompetensi calon pekerja migran Indonesia.

“Tujuan utamanya itu menciptakan teman-teman yang mau berangkat ke luar negeri ini memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan di luar negeri,” ungkap Di Asuti.

Secara nasional, program tersebut menargetkan 500.000 peserta selama periode 2026–2029. Jumlah itu terdiri atas 40.000 peserta pada 2026, 140.000 peserta pada 2027, 180.000 peserta pada 2028, dan 140.000 peserta pada 2029.

Sementara itu, target penempatan tenaga kerja ke luar negeri untuk Provinsi Jawa Tengah pada 2026 mencapai 6.000 orang.

Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi aspek penting agar calon pekerja migran memiliki bekal yang memadai sebelum memasuki dunia kerja internasional. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu memenuhi persyaratan keterampilan yang dibutuhkan oleh pemberi kerja di negara tujuan.

Pelatihan Bahasa dan Pembentukan Karakter

Dari proses seleksi yang telah dilaksanakan, sebanyak 309 peserta asal Magelang mendapatkan kesempatan mengikuti program tersebut. Pelatihan dilaksanakan melalui LPK Ayaka Jossei Center dengan fokus pada penguasaan bahasa Jepang serta pembentukan karakter dan etos kerja.

Direktur LPK Ayaka Jossei Center, Alfadlol, mengatakan pelatihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan berbahasa, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, mental, dan sikap profesional peserta.

Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan gratis yang difasilitasi pemerintah harus dimanfaatkan secara sungguh-sungguh. Peserta perlu aktif belajar dan mempersiapkan diri agar mampu beradaptasi dengan budaya serta lingkungan kerja di negara tujuan.

“Keberhasilan peserta nantinya tidak hanya ditentukan oleh sertifikat yang diperoleh, tetapi juga kemampuan, sikap, kedisiplinan, mental, dan karakter yang dibangun selama mengikuti pelatihan,” tegas Alfadlol.

LPK Ayaka Jossei Center, lanjutnya, berkomitmen melaksanakan pelatihan secara profesional melalui pendampingan peserta, pemantauan kehadiran dan kedisiplinan, serta evaluasi perkembangan selama proses pembelajaran.

Pemkab Magelang Tekankan Perlindungan Pekerja Migran

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh, mewakili Bupati Magelang mengapresiasi pelaksanaan SMK Go Global yang dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja domestik maupun internasional.

"Persaingan global menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Karena itu, peningkatan peluang kerja ke luar negeri perlu disertai pelatihan keterampilan, penguasaan bahasa asing, serta pembentukan karakter," katanya.

Selain kompetensi, calon pekerja migran juga perlu memahami prosedur penempatan secara resmi agar dapat bekerja secara aman dan memperoleh perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Pemkab Magelang berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Instruktur juga diminta memastikan pembelajaran berjalan terarah sesuai standar kompetensi," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online