Magelang Flower Festival 2026 Dibuka, Ini Agenda Menariknya

Sunartono
Sunartono Senin, 26 Oktober 2026 12:07 WIB
Magelang Flower Festival 2026 Dibuka, Ini Agenda Menariknya

Magelang Flower Festival 2026 berlangsung 25 Oktober–1 November dengan pameran tanaman hias, kontes, city tour gratis, dan Magelang Ethno Carnival. /Istimewa.

Harianjogja.com, MAGELANG—Magelang Flower Festival (MFF) 2026 resmi dibuka di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (25/10/2026) sore. Festival yang berlangsung hingga 1 November 2026 ini menjadi upaya Pemerintah Kota Magelang menghidupkan kembali identitas Kota Bunga sekaligus membuka peluang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Digelar selama sepekan, MFF memadukan pameran tanaman hias, pertunjukan seni, kegiatan wisata, dan pemasaran produk lokal. Berbagai agenda disiapkan untuk menarik pengunjung sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan festival tersebut menjadi sarana untuk memperkuat daya tarik wisata dan memberi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

"Sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Magelang punya potensi untuk menarik pengunjung. Harapannya, kegiatan ini mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menghidupakn lagi identitas kepada Kota Magelang," kata Damar saat membuka MFF 2026 di Alun-alun Kota Magelang.

Menghidupkan Identitas Kota Bunga

Damar menjelaskan Kota Magelang telah dikenal sebagai Kota Bunga sejak 1930. Kota ini juga memiliki sejumlah sebutan, antara lain Tuin van Java atau Taman Pulau Jawa dan Paradijs van Java atau Surga Pulau Jawa.

Melalui festival tersebut, pemerintah kota ingin menghidupkan kembali identitas itu agar potensi bunga dan tanaman hias dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat.

Pj Sekretaris Daerah Kota Magelang, Indah Dwi Antari, mengatakan rangkaian kegiatan MFF dirancang untuk menjangkau beragam minat pengunjung. Agendanya meliputi pameran dan bursa tanaman hias, kontes anggrek, kontes kucing dan burung, serta lomba merangkai bunga.

Ada City Tour Gratis hingga Stan UMKM

Selain pameran dan perlombaan, festival yang pertama kali digelar ini menghadirkan kegiatan edukasi, pertunjukan seni dan musik, serta aktivitas olahraga.

Stan UMKM turut disediakan untuk mempromosikan produk kreatif, kuliner, tanaman hias, dan berbagai produk unggulan lainnya. Kehadiran stan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

"Pengunjung juga mendapat kesempatan mengikuti program Magelang City Tour gratis yang didukung komunitas pramuwisata," papar Indah.

Ditutup Magelang Ethno Carnival

Rangkaian MFF 2026 dijadwalkan berakhir pada Minggu (1/11/2026) melalui gelaran Magelang Ethno Carnival (MEC). Pemerintah Kota Magelang telah menyiapkan koordinasi terkait penataan lokasi, lalu lintas, parkir, pengamanan, kebersihan, dan pelayanan kesehatan untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Indah mengajak perangkat daerah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat berpartisipasi dalam menyukseskan festival. Melalui MFF, pelaku UMKM diharapkan dapat memperkenalkan produk kepada pengunjung, memperluas pemasaran, serta membuka peluang pengembangan usaha.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online