Advertisement
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Pucangsawit Solo
Sepeda motor korban laka maut di Pucangsawit, Jebres, Solo, saat diamankan di Mapolresta Solo, Kamis (15/1/2026). (Istimewa - Polresta Solo)
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Kecelakaan maut terjadi di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang pengendara sepeda motor bernisial EF, 23, warga Semanggi, Pasar Kliwon, meninggal dunia setelah terlibat insiden dengan truk bermuatan pasir.
Kasubnit 2 Gakkum Satlantas Polresta Solo, Ipda Yuli Nurus Yani, mewakili Kasatlantas Polresta Solo Kompol Agung Yudiawan, menjelaskan kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Vario AD 6266 VS yang dikendarai korban melaju di belakang truk pasir bernomor polisi B 9756 PYW. Kedua kendaraan bergerak searah dari selatan ke utara di tengah kepadatan lalu lintas jam sibuk.
Advertisement
Setiba di lokasi kejadian, korban mencoba mendahului dari sisi kiri. Namun kondisi jalan yang sempit tidak memberi ruang cukup. “Karena tidak cukup ruang untuk mendahului, akhirnya terjadi benturan. Sepeda motor korban terjatuh ke kanan dan korban terlindas ban belakang truk,” kata Ipda Yuli.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun luka berat yang dialami membuat nyawanya tidak tertolong. Pihak medis menyatakan korban meninggal setelah menjalani pemeriksaan.
BACA JUGA
Unit Gakkum Satlantas Polresta Solo kini masih mendalami penyebab kecelakaan. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi termasuk rekan korban yang berada di lokasi. Rekaman kamera pengawas di sekitar titik kejadian juga sedang ditelusuri.
“Kami masih melakukan pencarian dan pengecekan CCTV untuk memastikan kronologi kejadian secara lebih jelas,” ujarnya.
Kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. Truk pasir tersebut dipindahkan ke kawasan Pedaringan agar tidak menimbulkan kemacetan tambahan di area kejadian.
Mengantisipasi meningkatnya kecelakaan pada jam sibuk, kepolisian mengimbau pengendara lebih berhati-hati, terutama di tengah cuaca hujan yang membuat jalan licin. “Jika terlambat, tidak perlu terburu-buru. Keselamatan tetap harus menjadi prioritas,” tegas Ipda Yuli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





