Advertisement
Tragedi Selfie Berujung Maut, 3 Pelajar Batang Tewas Tertabrak Kereta
Ilustrasi rangkaian kereta api. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Insiden memilukan menimpa tiga remaja di Kabupaten Batang yang meregang nyawa akibat tertabrak KA Argo Merbabu saat sedang asyik berswafoto di area terlarang. Peristiwa nahas ini terjadi di sekitar jalur perlintasan dekat GOR Sarengat, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/2/2026) pagi.
Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa rangkaian kereta dengan relasi Semarang-Gambir tersebut sempat melakukan pemberhentian luar biasa. Langkah ini diambil guna mengecek kondisi sarana demi memastikan tidak ada kerusakan teknis pascabenturan keras yang menewaskan para korban di lokasi kejadian.
Advertisement
"Setelah dinyatakan aman oleh awak sarana perkeretaapian, kereta berangkat kembali pukul 07.09 WIB," kata Luqman di Batang. Ketiga korban yang teridentifikasi sebagai warga Kelurahan Kasepihan, Kecamatan Batang, yakni Isnati Sawita (15), Dila (15), dan Gita (15), ditemukan sudah tidak bernyawa setelah tidak sempat menghindar dari laju kereta yang melintas cepat.
Mewakili manajemen, Luqman menyampaikan rasa duka cita mendalam serta keprihatinan yang luar biasa atas hilangnya nyawa dalam kecelakaan tersebut. "KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan kejadian ini," katanya. Pihak KAI kembali memberikan peringatan keras kepada warga agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel sesuai dengan regulasi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
BACA JUGA
Upaya pencegahan terus digencarkan oleh Daop 4 melalui sosialisasi keselamatan secara berkala, baik dengan menyasar lingkungan pendidikan maupun kelompok masyarakat umum. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di jalur kereta api yang sering kali dipicu oleh kelalaian manusia saat berada di zona bahaya.
"Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa rel kereta bukan tempat bermain, apalagi lokasi swafoto," tambahnya. Kondisi geografis rel di wilayah Batang memang kerap dimanfaatkan para pemuda untuk berkumpul, terutama saat momentum tertentu seperti Ramadhan, lantaran areanya yang terbuka meski sebenarnya minim pengawasan keamanan.
Ramelan, seorang penjaga pos perlintasan sebidang di GOR Sarengat, menyebutkan bahwa area tersebut menyimpan risiko fatal karena kereta sering melaju dengan kecepatan tinggi. Suara mesin yang terkadang tidak terdengar jelas dan minimnya klakson panjang membuat siapa pun yang berada di jalur tersebut dalam bahaya besar. Situasi ini menuntut peran aktif orang tua untuk lebih ketat mengawasi buah hati mereka agar tidak mendekati area rel. "Oleh karena itu, kami berharap orang tua ikut mengingatkan anak-anak agar menjauhi rel KA. Rel itu jalur maut, kalau tidak hati-hati, jangan sampai ada korban lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
70 Lebih Harimau Mati Misterius di Thailand, Taman Wisata Ditutup
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





