Advertisement
Mengaku Teknisi, Pria asal Gunungkidul Gasak Motor Warga Cawas Klaten
Ilustrasi pencurian sepeda motor. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN—Seorang pria asal Gunungkidul yang mencuri sepeda motor milik warga Desa Nanggulan, Cawas, Klaten, akhirnya berhasil dibekuk aparat kepolisian. Pelaku ditangkap di kawasan Kota Magelang setelah sempat melarikan diri dan menjual motor korban.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (14/1/2026) malam. Pelaku berinisial T, 33, warga Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, DIY.
Advertisement
Kapolsek Cawas AKP Umar Mustofa membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, keberadaan pelaku terendus setelah penyidik menelusuri laporan korban dan menemukan jejak transaksi yang mengarah ke wilayah Magelang.
“Betul [pelaku sudah diamankan]. Pelaku kami amankan di simpang tiga Kajen, Kota Magelang,” ujar AKP Umar Mustofa saat dikonfirmasi Espos, Sabtu (17/1/2026).
BACA JUGA
Terkait kendaraan korban, Umar menjelaskan motor tersebut telah dijual pelaku melalui marketplace menggunakan sistem cash on delivery (COD) di area Magelang.
Pelaku kini telah dibawa ke Polres Klaten. “Pelaku langsung ditahan dan menjalani proses penyidikan di Polres Klaten,” jelasnya.
Modus Mengaku Teknisi Ponsel
Sebelumnya, korban bernama Slamet, 54, warga Desa Nanggulan, menjadi sasaran pelaku yang menyamar sebagai teknisi ponsel. Pelaku membawa kabur motor Honda Beat milik korban setelah berpura-pura menawarkan bantuan memperbaiki ponsel.
Kejadian berlangsung pada Sabtu (13/12/2025) sore. Slamet saat itu sedang berada di warung angkringan depan SDN 3 Nanggulan, tempat ia bekerja sebagai penjaga sekolah.
Putri korban, Eva, 30, menuturkan ayahnya baru saja mengunci pintu gerbang sekolah sekitar pukul 15.30 WIB sebelum menuju angkringan.
“Pas kejadian itu pelaku ada di angkringan. Dia baru memperbaiki HP milik pemilik angkringan, jadi kelihatan seperti teknisi. Kebetulan HP bapak juga rusak,” kata Eva kepada Espos, Minggu (14/12/2025).
Slamet kemudian pulang sebentar untuk mengambil ponsel dan kembali ke angkringan. Pelaku lantas mengajak korban mencari suku cadang ponsel, dan keduanya berboncengan menuju pusat kecamatan menggunakan motor korban.
Namun setibanya di salah satu konter, suku cadang yang dicari tidak ditemukan. “Akhirnya bapak diajak muter lagi. Di Taman Barepan, pelaku meminta bapak menunggu dan menawarkan diri mencarikan kabel dan tenol. Setelah itu motornya dibawa pergi,” ujar Eva.
Korban sempat menunggu, tetapi pelaku tidak pernah kembali. Slamet akhirnya diantar warga pulang dan bersama perangkat desa serta tokoh masyarakat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cawas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




