Advertisement
Empat Daerah di Jateng Tutup Objek Wisata Akibat Bencana Alam
Petugas BPBD Kabupaten Tegal, Polri, dan relawan melakukan pembersihan sisa material yang menumpuk di kawasan objek wisata Guci akibat terjadi banjir bandang di Tegal, Sabtu (24/1/2026). ANTARA - ist/Oky Lukmansyah
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—Sejumlah objek wisata di Jawa Tengah terpaksa ditutup sementara menyusul bencana alam yang melanda beberapa wilayah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya empat kabupaten/kota melakukan penutupan destinasi wisata akibat banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, AR Hanung Triyono, menyampaikan bahwa empat daerah terdampak tersebut meliputi Kabupaten Tegal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Magelang, serta Kota Magelang. Pernyataan itu disampaikannya di Semarang, Senin (26/1/2026).
Advertisement
Hanung menjelaskan, keempat daerah tersebut mengalami dampak langsung bencana alam sehingga pengelola terpaksa menutup sejumlah objek wisata demi keselamatan pengunjung.
“Data ini bergerak, statusnya per 25 Januari 2026,” katanya.
Menurut Hanung, dampak terparah terjadi di Kabupaten Tegal setelah banjir bandang Sungai Gung menerjang Kawasan Wisata Guci pada 24 Januari 2026. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir bandang tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur cukup serius.
BACA JUGA
Ia merinci, tiga jembatan penyeberangan dilaporkan hanyut, sementara jaringan pipa air panas turut mengalami kerusakan. Akibat kondisi tersebut, sejumlah objek wisata di Guci ditutup sementara, antara lain Pancuran 13, Kolam Barokah, Pancuran 5, Kolam Guciku, Kolam GTA, dan Serwiti Paradise.
Banjir bandang juga melanda Kabupaten Banyumas setelah Sungai Kali Pangkon meluap dan berdampak langsung pada kawasan Lokawisata Baturraden. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengakibatkan kerusakan infrastruktur di area wisata.
Sejumlah spot wisata di Baturraden pun ditutup sementara, di antaranya Telaga Sunyi, Curug Bayan, dan Curug Tirta Sela, sambil menunggu kondisi dinyatakan aman bagi pengunjung.
Sementara itu, di Kota Magelang, cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda kawasan Tempat Ziarah Gunung Tidar. Peristiwa tersebut menyebabkan dua pohon pinus roboh, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan, pengelola kawasan wisata Gunung Tidar memberlakukan sistem buka tutup wisata yang disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca.
Adapun di Kabupaten Magelang, tanah longsor dan angin ribut terjadi di kawasan Air Terjun Kedung Kayang. Bencana tersebut menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka serta satu pohon di area spot foto tumbang, sehingga demi menjamin keselamatan pengunjung, pengelola menutup sementara spot foto di lokasi wisata tersebut sambil melakukan pemantauan kondisi lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gus Alex Irit Bicara Usai Diperiksa KPK dalam Kasus Kuota Haji
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- 1.428 Calon Jamaah Haji Ikuti Taaruf, Bupati Tekankan Kebersamaan
- Pedagang Pasar Sleman Kian Sepi, Revitalisasi Dinilai Belum Menjawab
- Pemkab Gunungkidul Mulai Salurkan ADD 2026, 94 Kalurahan Sudah Cair
- PAD Wisata Gunungkidul Melonjak, Pergantian Petugas TPR Beri Efek
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Senin 26 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



