Advertisement

Hujan Deras Picu Longsor di Empat Wilayah Klaten, Ini Datanya

Taufiq Sidik Prakoso
Selasa, 17 Februari 2026 - 19:47 WIB
Abdul Hamied Razak
Hujan Deras Picu Longsor di Empat Wilayah Klaten, Ini Datanya Kondisi warung yang terdampak tanah longsor di Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Senin (16/2 - 2026). (Istimewa)

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten pada Senin (16/2/2026) memicu serangkaian bencana tanah longsor di sejumlah titik. Selain longsor, satu bangunan dilaporkan roboh akibat kondisi tanah yang labil.

Data sementara mencatat longsor terjadi di empat lokasi, yakni Desa Malangan, Kecamatan Tulung; Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom; Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko; serta Desa Duwet, Kecamatan Wonosari.

Advertisement

Di Desa Randulanang, longsor terjadi pada tanah pekarangan rumah warga di Dukuh Porodesan. Sementara di Desa Demakijo, longsor melanda jurang Sanggrahan dan berdampak pada dapur tiga warung serta menyebabkan retakan pada sejumlah bangunan di sekitarnya. Adapun di Desa Duwet, talut pagar jalan di area rumah indekos dilaporkan ambruk.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menyampaikan selain longsor juga terdapat bangunan bekas kandang sapi yang difungsikan sebagai gudang rumah roboh di Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom.

“Untuk tindak lanjutnya, kami tadi malam langsung koordinasi dengan berbagai pihak. Untuk tanah longsor yang berada di sepanjang alur sungai kami koordinasikan dengan DPUPR, BBWSBS serta kecamatan terkait penanganannya,” ujar Syahruna, Selasa (17/2/2026).

Sementara itu, Kepala Desa Demakijo, Kecamatan Karangnongko, Ery Karyatno, menjelaskan longsor di jurang Sanggrahan terjadi setelah hujan deras turun sejak siang hingga sore hari. Tebing yang longsor memiliki ketinggian sekitar lima meter dengan panjang material longsoran mencapai 15 meter.

“Tidak ada korban jiwa. Kami bersama relawan, dibantu teman-teman dari BPBD, sudah melakukan asesmen untuk penanganan lanjutan. Yang terdampak dapur tiga tempat usaha, yakni warung satai, warung soto, dan tempat pandai besi. Beberapa perabotan juga ikut terbawa longsor,” jelas Ery.

BPBD memastikan seluruh kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan saat ini fokus pada asesmen lanjutan serta koordinasi penanganan di lokasi terdampak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penyintas Banjir Aceh Tengah Pilih Pulang Jelang Ramadan

Penyintas Banjir Aceh Tengah Pilih Pulang Jelang Ramadan

News
| Selasa, 17 Februari 2026, 20:57 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement