DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Terduga pelaku penganiayaan yang memukuli korban dengan kursi lipat. /TikTok.
Harianjogja.com, JOGJA—Tindakan memalukan dilakukan para pemuda di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten. Mereka memukuli para pemain musik yang diundang di acara hajatan pernikahan hanya gara-gara tak terima panggung sudah berakhir.
Parahnya tindakan pemukulan dan penganiayaan itu juga dilakukan pengantin pria. Video para pemuda yang melakukan penganiayaan tersebut viral di medsos baik Instagram maupun TikTok. Netizen pun mengecam tindakan biadab tersebut dan menuntut kepolisian untuk menangkap para pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tindakan pengeroyokan terhadap para pemain musik yang diundang di acara hajatan tersebut berawal saat panggung akan segera berakhir. Pasalnya para pemain musik dan penyanyi diundang dengan bayaran sesuai kesepakatan.
BACA JUGA: Resmi Diluncurkan, Bus Inklusif Kulonprogo Layani Dua Rute
Tim pemain musik dan penyanyi sudah memberikan kelonggaran dengan menambah tiga lagu. Namun ketika akan mengakhiri panggung justru berujung pada pengeroyokan. Pada video yang viral di medsos, pemain kendang dipukul dengan kursi lipat berkali-kali di bagian kepala.
"Anehe ki pengantin barang melu [anehnya pengantin pria juga ikut memukuli korban," demikian ucapan video yang beredar di medsos saat terjadi perbincangan dengan korban.
Hal itu pun memicu beragam komentar netizen. Beberapa di antaranya menyayangkan tindakan pengantin. "Pengantin pria juga ikut memukuli korban," tulis salah satu netizen di kolom komentar dan menuntut agar pelaku segera ditangkap.
Korban berinisial RW, 23, warga Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, yang merupakan pemain ketipung orjen tunggal, mengalami luka di pelipis kanan dan menjalani rawat jalan di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Dilansir Espos Kasi Humas Polres Klaten, AKP Suwoto, menyebutkan tiga tersangka telah ditetapkan, yakni EA (35) dan AI (32), warga Desa Gemblegan, serta AR (32), warga Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan. Mereka dijerat Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP dan/atau Pasal 351 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
BACA JUGA: X Ajukan Banding Aturan Penghapusan Konten India
Suwoto menambahkan, para pelaku diduga dalam pengaruh minuman keras saat peristiwa terjadi. Penjual miras juga telah diamankan dan akan diproses melalui sidang tipiring. Ia mengimbau masyarakat menjaga kondusifitas serta segera melaporkan bila terjadi keributan pada kegiatan masyarakat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 28 September 2026: suhu maksimum 33°C, udara kabur di Kota Jogja, Bantul, dan Kulonprogo. Cek rinciannya.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Senin 28 September 2026, lokasi layanan, jam operasional, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Cek jadwal SIM Sleman Senin 28 September 2026, lokasi pelayanan, jam buka, jenis layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.