Advertisement
Pemkot Solo Pasang Rambu Larangan Bajaj Online
Wali Kota Solo Respati Ardi memasang rambu lalu lintas larangan bajaj online di Jl Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (29/11/2025). (Solopos - Wahyu Prakoso)
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—Wali Kota Solo, Respati Ardi, memasang rambu lalu lintas larangan bajaj online di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya dekat flyover Purwosari, Sabtu (29/11/2025). Pemasangan ini menegaskan bahwa Pemkot Solo belum memberikan izin operasional bagi kendaraan roda tiga itu sebagai angkutan umum.
Pemasangan rambu dilakukan bersama Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Taufiq Muhammad, dan sejumlah petugas Dishub. Menurut Respati, larangan ini bertujuan melindungi transportasi tradisional, khususnya becak, sekaligus menjaga kelancaran Batik Solo Trans (BST) sebagai transportasi publik utama.
Advertisement
“Tentu kami ingin Batik Solo Trans tetap berjalan lancar. Selain itu, langkah ini juga menjadi perlindungan bagi para pengemudi becak agar tetap bisa beroperasi,” ujar Respati.
Respati menambahkan, Pemkot Solo telah mempelajari pengalaman penggunaan kendaraan roda tiga untuk angkutan umum di kota lain. Kendaraan tersebut, jika beroperasi masif, berpotensi menimbulkan kemacetan karena ukurannya yang cukup besar.
BACA JUGA
“Kendaraan yang ngetem atau menunggu penumpang setengah ukuran mobil sangat riskan menimbulkan kemacetan di Solo,” jelasnya.
Pemasangan rambu saat ini baru dilakukan di Jalan Slamet Riyadi, dan Pemkot berencana melakukan sosialisasi lebih luas. Respati menegaskan setiap kebijakan diambil dengan mempertimbangkan manfaat dan dampak terhadap transportasi perkotaan, terutama keberlangsungan becak tradisional.
Sementara itu, Kepala Dishub Solo, Taufiq Muhammad, menegaskan bahwa bajaj online dapat digunakan sebagai angkutan umum, namun terbatas pada kawasan permukiman. Pihaknya masih menunggu pengajuan izin resmi dari Maxride, aplikasi transportasi daring yang menyediakan layanan bajaj di Solo.
“Jika mereka mengajukan izin, kami siap bertemu untuk audiensi. Namun sampai saat ini belum ada permohonan,” ujar Taufiq.
Sebelumnya, Regional Manager Maxauto dan Maxride Indonesia wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, Bayu Subolah, menyatakan komitmen perusahaannya untuk menyediakan layanan transportasi daring yang inklusif bagi warga Solo. Bahkan Maxride membuka peluang integrasi bagi pengemudi becak tradisional yang ingin beralih ke bajaj.
Selain itu, perusahaan rutin memberikan pelatihan kepada pengemudi mengenai pelayanan pelanggan, keselamatan berkendara, dan penggunaan aplikasi digital.
Bayu menekankan koordinasi dengan Pemkot Solo tetap dijalankan untuk mencari solusi terbaik agar bajaj online dapat beroperasi sesuai regulasi, sekaligus menjaga keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, dan keteraturan transportasi perkotaan.
Dengan langkah ini, Pemkot Solo menegaskan prioritas pada kelestarian transportasi tradisional dan keteraturan lalu lintas, sambil membuka peluang inovasi transportasi daring yang terintegrasi dan aman bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




