Advertisement

Panen Raya, Harga Cabai Petani Karanganyar Jeblok

Indah Septiyaning Wardani
Sabtu, 03 Januari 2026 - 12:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Panen Raya, Harga Cabai Petani Karanganyar Jeblok Petani cabai di Kwangsan, Jumapolo, Karanganyar, memanen cabai pada Jumat (2/1/2026). (Solopos - Indah Septiyaning Wardani)

Advertisement

Harianjogja.com, KARANGANYAR—Harga cabai merah besar di tingkat petani Kabupaten Karanganyar anjlok tajam pada musim panen akhir 2025 hingga awal 2026. Kondisi ini membuat banyak petani merugi karena harga jual berada di bawah biaya produksi.

Salah seorang petani cabai di Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Hariadi, mengatakan harga cabai besar di tingkat petani saat ini hanya berkisar Rp11.500 per kilogram. Angka tersebut jauh di bawah titik impas produksi yang berada di kisaran Rp15.000 per kilogram.

Advertisement

“Kalau dihitung-hitungan, jelas belum nutup biaya tanam dan perawatan. BEP kami sekitar Rp15.000 per kilogram,” ujar Hariadi, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, penurunan harga terjadi sangat cepat dalam hitungan pekan. Pada awal hingga pertengahan Desember 2025, harga cabai besar di tingkat petani masih berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Namun, seiring memasuki puncak panen, harga terus merosot.

“Dari Rp35.000 turun ke Rp19.000, lalu Rp15.000. Waktu libur tahun baru kemarin bahkan sempat anjlok ke Rp9.500 per kilogram,” katanya.

Hariadi menilai melimpahnya pasokan menjadi faktor utama jatuhnya harga. Selain panen raya petani lokal, pasokan cabai dari luar daerah, termasuk dari Aceh, turut membanjiri pasar di wilayah Jawa dan menekan harga di tingkat produsen.

Situasi tersebut diperparah oleh panen serentak antarpetani. Di Kecamatan Jumapolo, sebagian besar petani menanam cabai pada periode yang hampir bersamaan sehingga waktu panen juga berbarengan.

“Kalau panen bareng, barang melimpah dan harga pasti jatuh. Sebaliknya, harga biasanya naik kalau pasokan terbatas, misalnya karena belum panen atau ada gangguan cuaca,” jelasnya.

Petani Berharap Campur Tangan Pemerintah

Cabai hasil panen petani Jumapolo umumnya dijual ke pengepul lokal. Selain itu, sejumlah pedagang dari luar daerah juga kerap datang langsung ke desa untuk membeli cabai dari petani.

Hariadi sendiri mengelola lahan cabai seluas sekitar 7.000 meter persegi. Dalam setahun, ia hanya bisa melakukan satu kali tanam karena keterbatasan sistem pengairan. Wilayah Jumapolo masih mengandalkan irigasi tadah hujan, sehingga musim tanam cabai umumnya berakhir panen pada Desember hingga Januari.

“Setelah cabai biasanya kami ganti padi atau tanaman lain. Jadi kalau harga cabai jatuh, dampaknya cukup berat,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat lebih aktif melakukan stabilisasi harga komoditas hortikultura, khususnya cabai, agar petani tidak terus dirugikan.

“Harapannya harga bisa naik ke level wajar. Petani dapat untung, tapi konsumen juga tidak terbebani,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan petani cabai lainnya di Karanganyar, Nina, 42. Ia mengaku anjloknya harga membuat petani berada dalam posisi sulit.

Menurut Nina, cabai tetap harus dipanen meski harga rendah karena jika dibiarkan terlalu lama akan membusuk dan justru menambah kerugian. Di sisi lain, proses panen tetap membutuhkan biaya tenaga kerja dan transportasi.

“Kalau tidak dipanen, busuk. Kalau dipanen, harganya murah. Tapi biaya panen tetap jalan,” ujarnya.

Nina berharap pemerintah tidak hanya turun tangan ketika harga cabai mahal di tingkat konsumen, tetapi juga hadir saat harga di tingkat petani jatuh. Ia menilai perlu ada pengaturan distribusi serta penyerapan hasil panen agar petani tidak terus merugi.

“Kami tidak minta harga tinggi. Yang penting bisa balik modal dan ada sedikit keuntungan supaya bisa tanam lagi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : espos.id

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Arus Balik Nataru, 324 Ribu Kendaraan Masuk Jabotabek

Arus Balik Nataru, 324 Ribu Kendaraan Masuk Jabotabek

News
| Minggu, 04 Januari 2026, 02:17 WIB

Advertisement

Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang

Favorit Nataru, KA Joglosemarkerto Angkut Puluhan Ribu Penumpang

Wisata
| Sabtu, 03 Januari 2026, 05:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement