Advertisement
Viral Video Zikir di Candi Prambanan, Kemenag Jateng Angkat Bicara
Tangkapan layar sejumlah orang melakukan zikir di Candi Prambanan. Kemenag Jateng menanggapi video viral zikir di Candi Prambanan dan menekankan pentingnya dialog, toleransi, serta penghormatan ruang sakral. - TikTok.
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG—Viralnya video rombongan asal Semarang yang melantunkan zikir dan kalimat tayyibah di kawasan Candi Prambanan mendapat perhatian Kementerian Agama Jawa Tengah, yang menegaskan pentingnya dialog dan sikap bijak dalam menjaga toleransi beragama.
Setiap persoalan yang bersinggungan dengan kehidupan beragama sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang tenang dan terbuka. Ia mengingatkan agar tokoh agama berperan aktif memitigasi potensi konflik sebelum berkembang menjadi polemik di ruang publik.
Advertisement
Kebebasan beribadah tetap harus sejalan dengan penghormatan terhadap fungsi dan kesakralan suatu tempat. Menurutnya, keseimbangan antara hak konstitusional dan nilai ruang menjadi fondasi toleransi yang sehat.
Kepala Kemenag Jateng, Saiful Mujab meminta masyarakat di 35 kabupaten/kota lebih teliti, tenang, dan berdialog antar sesama sebelum mengambil sikap. Sehingga, segala tindakan yang diambil tak akan melukai dan menyinggung ras, suku, maupun agama lainnya.
BACA JUGA
“Jadi saya berpesan kepada seluruh tokoh agama agar bisa memitigasi. Bila ada hal-hal yang terkait kehidupan umat beragama, lebih baik ditabayunkan supaya bisa saling bersinergi,” kata Saiful seusai peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 di halaman kantor wilayah Kemenag Jateng sebagaimana dilansir Espos, Sabtu (3/1/2026).
Ia mengimbau seluruh masyarakat turut bersinergi serta menjaga toleransi dengan baik. Tujuannya untuk menciptakan kedamaian antarumat beragama dan tercipta keadaan yang kondusif di Jawa Tengah.
“Kita saling bersinergi, termasuk dengan pihak keamanan. Jadi, bila ada hal-hal sesuatu yang menyangkut kehidupan umat beragama, kita segera berkomunikasi, berkolaborasi, kita cari titik temunya supaya bisa cepat teratasi dengan baik,” sambungnya.
Kendati romobongan asal Semarang sempat melantunkan zikir dan kalimat tayyibah di kawasan Candi Prambanan hingga memantik beragam reaksi publik, Saiful menyatakan kerukunan umat beragama di Jateng saat ini terjaga dengan baik dan kondusif. Ia berharap, sinergi lintas elemen terus diperkuat, terutama menjelang bulan puasa pada Februari 2026.
“Alhamdulillah untuk Jawa Tengah ini kan kondusif. Dari sisi kerukunan kondusif, dari sisi kelembagaan juga kondusif,” klaimnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, Pradhana Agung Nugraha, menegaskan pentingnya menjaga toleransi beragama dengan tetap menghormati ruang sakral. Menurutnya, kebebasan beragama merupakan hak konstitusional setiap warga negara, namun pelaksanaannya tidak bisa dilepaskan dari aturan dan nilai tempat.
“Kebebasan beribadah dijamin undang-undang. Tetapi harus tetap memperhatikan fungsi ruang dan sensitivitas lokasi,” nilai Pradhana.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial (Medsos) menampilkan sekelompok orang melantunkan zikir dan kalimat tayyibah di kawasan Candi Prambanan. Rombongan berjumlah sekitar 11 orang itu, ternyata berasal dari Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
Video viral tersebut diunggah oleh akun TikTok @/kuekecil_. Saat berita ini ditulis, unggahan itu telah mendapatkan 5.607 tanda suka dan 5.494 komentar.
“haii gaiss, aku mau nanya ini mereka lagi ngapain ya? mereka menyebut “Lailahaillallah” yang artinya “Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah” tapi kenapa mereka seakan” nyembah candi?,” tulis narasi @/kuekecil_.
Pemerintah daerah berharap masyarakat semakin bijak menggunakan ruang publik dan media sosial, sehingga nilai toleransi beragama tetap terjaga dan keharmonisan di Jawa Tengah dapat terus dipertahankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Espos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




