Advertisement

Perempuan di Boyolali Tewas, Jilbab Terlilit Mesin Pencacah Rumput

Nimatul Faizah
Senin, 05 Januari 2026 - 17:47 WIB
Sunartono
Perempuan di Boyolali Tewas, Jilbab Terlilit Mesin Pencacah Rumput Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BOYOLALI—Seorang perempuan berinisial IS, warga Karangboyo, Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, meninggal dunia setelah jilbab yang dikenakannya terlilit mesin pencacah rumput di kandang domba belakang rumah, Senin (5/1/2026) pagi.

Peristiwa nahas terjadi saat IS hendak memberi makan domba dengan mencacah singkong menggunakan mesin pencacah rumput. Leher korban tersangkut jilbab yang cemplung ke mesin, hingga akhirnya mesin roboh dan menimpa tubuhnya di bagian dada dan dagu.

Advertisement

Mertua korban yang mengecek kandang pagi itu langsung melaporkan kejadian ke warga dan pihak kepolisian. Personel Polsek Ampel Boyolali mendatangi lokasi, mengamankan TKP, dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Hasil pemeriksaan medis menyatakan IS meninggal akibat henti napas karena lehernya terjerat jilbab yang tersangkut mesin.

Plt Kapolsek Ampel Boyolali, Iptu Ahmad Tri Hartono, menegaskan kejadian ini diduga murni kecelakaan kerja. Tidak ditemukan unsur pidana, namun masyarakat dan peternak diimbau selalu berhati-hati saat mengoperasikan mesin agar keselamatan kerja terjamin.

“Jadi korban sedang mencoba mencacah singkong, kalau istilahnya ngombor ternak. Dia mencacah singkong dengan mesin pencacah rumput, lalu ada bagian dari mesin yang menyangkut jilbab cemplung milik korban. Lalu bagian leher korban terlilit jilbab,” kata dia dihubungi Espos.

Sekitar pukul 08.30 WIB, mertua korban mengecek kandang untuk melihat dombanya yang akan dijual. Namun ia justru menemukan menantunya sudah dalam keadaan terlentang menghadap arah barat, tak bernyawa.

Mertua korban melihat mesin pencacah rumput roboh dan menimpa tubuh IS di bagian dada dan dagu. Jilbab yang dikenakan korban masih terlilit di mesin. Mengetahui kejadian, saksi segera meminta bantuan warga dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Personel Polsek Ampel pun mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan pemeriksaan awal, serta mengumpulkan keterangan saksi. Korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, hasil pemeriksaan medis menyatakan IS meninggal dunia.

“Untuk pemeriksaan dokter, korban henti napas karena lehernya terjerat jilbab yang tersangkut mesin,” kata Tri Hartono.

Tri Hartono menambahkan, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, peristiwa ini diduga merupakan kecelakaan kerja.

“Dari hasil pemeriksaan di TKP dan keterangan saksi, peristiwa ini diduga murni kecelakaan kerja. Tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, agar lebih berhati-hati saat mengoperasikan mesin dan selalu memperhatikan aspek keselamatan kerja.

“Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif,” katanya.

Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, sementara situasi di lokasi kejadian tetap aman dan kondusif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

KPK Duga Eks Sekdis CKTR Bekasi Terima Aliran Uang Bupati

KPK Duga Eks Sekdis CKTR Bekasi Terima Aliran Uang Bupati

News
| Selasa, 06 Januari 2026, 05:47 WIB

Advertisement

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Wisata
| Senin, 05 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement