Advertisement
Wisata Klaten Tumbuh, Kunjungan 2025 Tembus 7,5 Juta
Warga berwisata di Umbul Ponggok, Ponggok, Polanharjo, Klaten. - Solopos.
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN—Sektor pariwisata Kabupaten Klaten menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Jumlah kunjungan wisatawan mencapai 7,5 juta orang atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 6,8 juta pengunjung.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa arah pembangunan pariwisata yang dilakukan Pemkab Klaten berada di jalur yang tepat. Ke depan, Pemkab akan menyusun peta besar atau road map pariwisata sebagai panduan pengembangan sektor ini dalam lima tahun mendatang.
Advertisement
Salah satu langkah awal yang dilakukan pada 2026 adalah penataan dan publikasi calendar of event. Melalui kalender tersebut, masyarakat dapat mengetahui agenda wisata Klaten setiap bulan sehingga rencana kunjungan wisatawan dapat disesuaikan dengan event yang digelar.
“Alhamdulillah, berarti apa yang sudah kami lakukan bersama Mas Wakil dan stakeholder yang ada di Kabupaten Klaten ini sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal bagaimana ke depan kami bisa meningkatkan dengan cara kami harus punya peta besar dulu, road map berkaitan dengan pariwisata di Kabupaten Klaten,” kata Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, saat ditemui di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (5/1/2026).
BACA JUGA
Hamenang menjelaskan pariwisata di Klaten untuk lima tahun mendatang akan benar-benar ditata. Tahun ini dimulai dengan penyusunan calendar of event.
“Tahun ini calendar of event harus kami tata, kami publikasikan sehingga warga masyarakat di Indonesia yang mau ke Klaten jadi tahu bulan ini ada apa. Sehingga kunjungan mereka akan match,” kata Hamenang.
Berbagai event digelar di Klaten sepanjang tahun, mulai skala nasional hingga internasional. Pada Mei mendatang, Klaten menjadi tuan rumah Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest). Untuk event skala nasional, Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan puncak penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2026.
Selain itu, aplikasi Ayo Piknik (Apik) Klaten akan dioptimalkan. Tidak hanya menjadi platform informasi objek wisata, Apik juga akan dimaksimalkan untuk menginformasikan berbagai potensi lain, termasuk pusat kuliner hingga penginapan.
Banyaknya pengunjung wisata di Kabupaten Bersinar, lanjut Hamenang, memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor, termasuk UMKM.
“Hanya kalau di level Pemda memang belum terlalu terasa. Karena kata kuncinya pajak retribusi. Di kota-kota besar, penerimaan itu berasal dari hotel dan restoran. Sementara hotel dan resto kami belum,” kata Hamenang.
Banyaknya jumlah pengunjung wisata itu menjadi portofolio untuk menarik investor mendirikan hotel di Klaten. Saat ini baru ada satu hotel bintang tiga di Klaten.
Sejak awal menjabat pada Februari 2025, Bupati Klaten mendorong hadirnya investor yang berminat mendirikan hotel minimal bintang tiga.
“Mohon doanya agar beberapa hotel bisa masuk ke Kabupaten Klaten. Informasi terakhir, ada salah satu hotel yang segera hadir di Klaten,” kata Hamenang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten, Purwanto, menjelaskan jumlah pengunjung wisata selama libur Nataru mencapai 855.230 wisatawan. Jumlah itu tercatat pada 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dan meningkat 33 persen dibandingkan masa Nataru tahun lalu.
Sementara jumlah wisatawan yang datang ke Klaten selama 2025 sebanyak 7,5 juta orang, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan 2024 sebanyak 6,8 juta pengunjung.
Dari data tersebut, lanjut Purwanto, objek wisata dengan jumlah pengunjung tertinggi yakni Candi Prambanan, Umbul Pelem, Umbul Brondong, River Moon, serta Janti Park, dari total sekitar 50 objek wisata di Kabupaten Bersinar.
Disinggung pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata, Purwanto mengungkapkan objek wisata yang dikelola Pemkab mencatat PAD sebesar Rp5,7 miliar. Objek wisata yang dikelola Pemkab antara lain Objek Mata Air Cokro (OMAC) dan Bukit Sidoguro.
Sebagian besar objek wisata di Klaten dikelola komunitas serta pemerintah desa melalui BUMDes.
Terkait upaya mendongkrak PAD sektor pariwisata, Purwanto berharap ada investor yang berminat membangun hotel di Kabupaten Bersinar. Dengan bertambahnya hotel berbintang, wisatawan diharapkan tinggal lebih lama di Klaten sehingga berdampak pada peningkatan pajak hotel dan restoran.
Pemkab Klaten berharap peningkatan jumlah wisatawan ini dapat diikuti dengan masuknya investor hotel sehingga berdampak langsung pada peningkatan PAD sektor pariwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




