Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum guru SMA di Karanganyar memasuki babak baru setelah Polresta Solo meningkatkan penanganannya ke tahap penyidikan.
Gelar perkara menyimpulkan adanya unsur pidana sehingga penyidik melanjutkan proses hukum. Sejumlah saksi masih diperiksa guna melengkapi pembuktian.
Korban yang masih berusia di bawah umur diketahui mengalami tekanan psikologis dan belum siap kembali beraktivitas di sekolah. Polisi bersama pihak sekolah berupaya memberikan pendampingan dan perlindungan maksimal.
Wakasat Reskrim Polresta Solo, AKP Sudarmianto, mengatakan penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan melengkapi alat bukti sebelum menaikkan status perkara.
“Kami telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan melengkapi sejumlah bukti. Selain itu juga dilakukan gelar perkara dan ditemukan adanya unsur tindak pidana. Karena itu perkara ini sudah naik ke penyidikan,” kata AKP Sudarmianto dilansir Espos, Minggu (4/1/2025).
AKP Sudarmianto menegaskan kepolisian menangani perkara tersebut secara serius. Saat ini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi guna memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kondisi korban hingga kini masih mengalami trauma dan enggan berhubungan dengan aktivitas yang berkaitan dengan sekolah.
“Karena korban sendiri merasa depresi dan malu akibat kejadian itu,” tambahnya.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak kepolisian berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk sekolah, untuk memberikan pendampingan penuh kepada korban agar kondisi psikologisnya kembali pulih dan dapat melanjutkan pendidikan.
“Selanjutnya kami akan meminta keterangan dari pihak sekolah. Dalam waktu dekat, kami juga akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Surat pemanggilan akan segera kami kirimkan, namun statusnya masih sebagai saksi terlapor,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan Espos, seorang guru SMA di Karanganyar dilaporkan ke Satreskrim Polresta Solo atas dugaan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan terhadap siswinya yang masih berusia 15 tahun. Dugaan perbuatan tersebut disebut terjadi hingga 10 kali dalam kurun waktu sekitar satu tahun.
Berdasarkan pemeriksaan awal, perbuatan asusila yang diduga dilakukan oknum guru berinisial DPB, 37, itu dilakukan secara berulang di sejumlah lokasi, termasuk beberapa hotel di wilayah Solo, luar Solo, hingga Yogyakarta.
Modus yang digunakan guru yang diketahui telah beristri itu adalah bujuk rayu. DPB disebut mengaku menyukai korban dan memberikan iming-iming hadiah berupa pakaian, jam tangan, serta barang lainnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat dugaan perbuatan dilakukan berulang kali dalam rentang waktu cukup panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Kemenhaj memvalidasi 5,7 juta data jamaah dan menemukan 400 ribu data invalid. Antrean haji secara faktual kini rata-rata 14 tahun.
WJNC kembali digelar pada Oktober 2026. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung sekaligus mendorong lama tinggal wisatawan.
JABFEST 2026 digelar 30 September-12 Oktober di The Ratan dengan menghadirkan Alissa Wahid, Martin Suryajaya hingga Saut Situmorang.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.