Advertisement

3.000 Penari Jaran Kepang Temanggung Padati Alun-Alun Kota

Newswire
Senin, 12 Januari 2026 - 14:07 WIB
Maya Herawati
3.000 Penari Jaran Kepang Temanggung Padati Alun-Alun Kota Sebanyak 3.000 penari jaran kepang menari massal di Alun-Alun Temanggung, Senin (12/1/2026). ANTARA - Heru Suyitno

Advertisement

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Sebanyak 3.000 penari jaran kepang Temanggung yang terdiri atas siswa SD, SMP, dan SMK memadati Alun-Alun Kabupaten Temanggung dalam perayaan milad SMK Swadaya Temanggung ke-42 tahun 2026.

Ribuan penari jaran kepang Temanggung tampil serempak di Alun-Alun Kabupaten Temanggung, Senin (12/1), dalam rangka memperingati milad SMK Swadaya Temanggung ke-42 tahun 2026. Sekitar 3.000 penari yang berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMK tersebut menari bersama sebagai simbol pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan karakter generasi muda.

Advertisement

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Temanggung, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menggagas, mempersiapkan, dan menyukseskan kegiatan luar biasa ini," kata Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna di Temanggung, Senin (12/1/2025).

Nadia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya tradisional, khususnya tari jaran kepang sebagai salah satu identitas budaya Kabupaten Temanggung.

Menurutnya, jaran kepang bukan hanya tarian hiburan. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, disiplin, ketangguhan, serta rasa cinta terhadap budaya bangsa yang harus diwariskan lintas generasi.

"Melalui kegiatan massal seperti ini, kita menanamkan sejak dini kepada generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya, sekaligus membangun karakter yang kuat di tengah arus globalisasi," katanya.

Ia mengaku bangga melihat anak-anak Temanggung dari berbagai jenjang pendidikan mampu bersatu, bergerak serempak, dan menari dengan penuh semangat. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Temanggung tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pelestarian budaya lokal.

"Hari ini kalian tidak sekadar menari. Kalian sedang menunjukkan bahwa Temanggung punya generasi muda yang hebat, kompak, dan mencintai budayanya sendiri. Tari Jaran Kepang bukan tarian biasa, tetapi warisan budaya yang mengajarkan keberanian, kekuatan, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah," katanya.

Nadia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Temanggung akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya, baik melalui dunia pendidikan maupun pemanfaatan ruang-ruang publik seperti Alun-Alun Temanggung.

"Harapannya, Temanggung tidak hanya dikenal sebagai daerah agraris, tetapi juga sebagai kabupaten yang kaya akan seni, budaya, dan kreativitas generasi mudanya," katanya.

Melalui momentum ini, ribuan penari jaran kepang Temanggung tidak hanya memeriahkan peringatan milad sekolah, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa warisan budaya daerah tetap hidup dan tumbuh di tangan generasi muda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jepang Naikkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Kerusuhan

Jepang Naikkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Kerusuhan

News
| Senin, 12 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue

Wisata
| Minggu, 11 Januari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement