Advertisement
Stabilkan Harga Minyak Goreng, Bulog Magelang Distribusikan MinyaKita
Pedagang menata Minyakita di Bandung, Jawa Barat. Bisnis.com - Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG—Perum Bulog Cabang Magelang mulai menggelontorkan MinyaKita ke pasar-pasar tradisional di wilayah Kedu, Jawa Tengah, dengan total 4.000 liter pada tahap pertama. Langkah ini dilakukan untuk menekan harga minyak goreng rakyat sekaligus menjamin ketersediaan pasokan menjelang Ramadan hingga Lebaran 2026.
Pimpinan Cabang Bulog Magelang Ihsan Sura Adilaga mengatakan, MinyaKita telah didistribusikan langsung ke pasar-pasar tradisional di enam kabupaten/kota wilayah Kedu, yakni Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen. Penyaluran tersebut dilakukan sebagai bagian dari stabilisasi pasokan dan harga minyak goreng di tingkat konsumen.
Advertisement
“Pada tahap pertama kami telah menyalurkan sebanyak 4.000 liter untuk di wilayah Kedu ini, yang masing-masing pedagang maupun pengecer itu mendapat pasokan 180 hingga 200 liter. Kemudian untuk tahap kedua akan kembali kita salurkan pada minggu depan, agar kebutuhan minyak goreng masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau, serta kondisi pasar tetap kondusif,” katanya di Magelang, Minggu (1/2/2026).
Ihsan menjelaskan, skema distribusi MinyaKita kali ini dilakukan secara langsung dari Bulog kepada pedagang maupun pengecer di pasar, tanpa melalui distributor. Pola tersebut diterapkan untuk mempersingkat rantai distribusi sekaligus memastikan harga jual di tingkat konsumen tetap sesuai ketentuan pemerintah.
BACA JUGA
“Para pengecer maupun pedagang ini yang sebelumnya sudah terdata dalam pantauan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) oleh dinas terkait di masing-masing kabupaten dan kota,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi MinyaKita melalui Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 2396 Tahun 2025 yang berlaku sejak 24 Desember 2025. Aturan tersebut mengatur struktur harga mulai dari produsen hingga konsumen akhir.
“Untuk harga MinyaKita dari Bulog ke pengecer itu sebesar Rp14.500 per liter, dan pengecer maupun pedagang wajib menjual ke masyarakat sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter,” katanya.
Guna menjaga stabilitas harga di pasaran, Bulog Magelang akan memperkuat pengawasan distribusi MinyaKita bersama tim terpadu yang melibatkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopdag) di masing-masing daerah. Intensitas pemantauan akan ditingkatkan menjelang Ramadan hingga Lebaran 2026.
“Dengan penguatan distribusi dan pengawasan harga ini, kami berharap MinyaKita tetap mudah diakses oleh masyarakat dengan harga sesuai HET Rp15.700 per liter,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menlu Iran Kecam Keberadaan Militer AS di Dekat Perbatasannya
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



