Advertisement

Belum Ditemukan, Pencarian Pendaki Hilang di Mongkrang Diperpanjang

Indah Septiyaning Wardani
Jum'at, 30 Januari 2026 - 22:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Belum Ditemukan, Pencarian Pendaki Hilang di Mongkrang Diperpanjang Foto ilustrasi mendaki gunung, dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Advertisement

Harianjogja.com, KARANGANYAR — Upaya pencarian pendaki Yazid Ahmad Firdau, 26, yang hilang di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, memasuki hari ke-12 pada Jumat (30/1/2026). Hingga sore hari, tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Di tengah medan berat dan cuaca pegunungan yang kerap berubah, Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana turun langsung ke lokasi pencarian untuk memberikan dukungan moril kepada para relawan dan tim penyelamat.

Advertisement

Pencarian terhadap Yazid telah diperpanjang sebanyak dua kali, dengan Sabtu (31/1/2026) menjadi hari terakhir masa perpanjangan.

“Hari ini saya hadir setelah hampir 12 hari pencarian. Besok merupakan hari terakhir setelah dua kali perpanjangan. Kemarin Pak Bupati juga sudah datang memberikan semangat,” ujar Adhe Eliana kepada Espos, Jumat sore.

Naik hingga Pos 2, Wakil Bupati Panjatkan Doa

Dalam kunjungannya, Adhe Eliana menyempatkan diri mendaki hingga Pos 2 jalur Bukit Mongkrang. Ia mengaku memanjatkan doa agar Yazid segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Saya naik sampai pos atas dan berdoa di sana. Mudah-mudahan Mas Yazid bisa segera ditemukan,” katanya.

Adhe menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian, mulai dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, hingga relawan independen. Menurutnya, para relawan telah bekerja tanpa pamrih di tengah kondisi medan yang berat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang telah bekerja siang dan malam,” ujarnya.

Meski tidak sempat bertemu langsung dengan keluarga korban, Adhe menegaskan seluruh relawan tetap menjadikan pencarian ini sebagai bentuk empati dan tanggung jawab kemanusiaan.

Medan Berat dan Cuaca Tak Menentu

Adhe Eliana mengungkapkan medan pegunungan serta cuaca menjadi tantangan utama dalam proses pencarian. Jalur pendakian yang naik turun serta kondisi alam yang sulit diprediksi membuat penyisiran membutuhkan tenaga ekstra.

“Namanya hutan dan gunung, tentu medannya berat dan cuacanya tidak menentu. Ini memang bukan pekerjaan mudah,” katanya.

Pemkab Karanganyar, lanjut Adhe, terus mendukung kebutuhan logistik para relawan melalui koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.

“Dukungan logistik dan koordinasi terus kami lakukan. Pemerintah hadir untuk memastikan tim pencarian tetap kuat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mendoakan agar seluruh ikhtiar membuahkan hasil terbaik.

“Harapan itu masih ada. Mari kita terus berdoa semoga Mas Yazid segera ditemukan,” katanya.

150 Personel SAR Dikerahkan

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan hingga hari ke-12, seluruh tim SAR gabungan belum menemukan petunjuk keberadaan korban.

Penyisiran difokuskan di area bawah Candi 1 serta jalur dari Pos 3 menuju bawah puncak Bukit Mongkrang.

“Seluruh SRU melaporkan hasil hari ke-12 masih nihil. Belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Mudah-mudahan besok ada perkembangan,” ujar Hendro.

Sebanyak sekitar 150 personel dikerahkan dalam pencarian, termasuk penggunaan drone udara. Unsur yang terlibat meliputi Basarnas, BPBD Karanganyar, TNI, Polri, Perhutani, Forkopimcam, relawan, serta warga sekitar.

Selain itu, tim Wanadri — organisasi pecinta alam tertua di Indonesia berbasis di Bandung — juga turut membantu dengan melakukan kamp di puncak Mongkrang sejak tiga hari terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : espos.id

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kejagung Pantau Anjloknya IHSG, Dugaan Gorengan Saham Disorot

Kejagung Pantau Anjloknya IHSG, Dugaan Gorengan Saham Disorot

News
| Jum'at, 30 Januari 2026, 21:57 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement