Advertisement

Aset Pedestrian Simpang Lima Boyolali Dijarah Pencuri

Nimatul Faizah
Kamis, 05 Maret 2026 - 16:47 WIB
Sunartono
Aset Pedestrian Simpang Lima Boyolali Dijarah Pencuri Pemkab Boyolali sesalkan pencurian tiang lampu dan kWh meter di Pedestrian Simpang Lima. Aset baru yang raib akibatkan kawasan gelap gulita. - Espos.

Advertisement

Harianjogja.com, BOYOLALI—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menyayangkan aksi vandalisme dan pencurian aset publik yang menyasar fasilitas pedestrian di kawasan ikonik Simpang Lima.

Sejumlah infrastruktur penting seperti boks kWh meter, instalasi kabel, hingga belasan tiang lampu dilaporkan raib digondol pencuri padahal proyek tersebut baru saja rampung pengerjaannya pada akhir tahun 2025 lalu.

Advertisement

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Ahmad Gojali, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil audit lapangan per 26 Februari 2026, terdapat sembilan tiang lampu beserta unit lampunya yang hilang.

Selain itu, pelaku juga nekat menggasak dua unit boks kWh meter listrik dan memotong kabel penghubung sepanjang 20 meter yang mengakibatkan sistem penerangan di area tersebut lumpuh total.

“Terdata per tanggal 26 Februari 2026 itu ada sembilan lampu yang hilang sekaligus tiangnya, kemudian kWh meter sekaligus boksnya dua hilang, lalu ada kabel penghubung sepanjang 20 meter antara kWh dengan lampu itu hilang,” kata Gojali saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (5/3/2026).

Dampak dari hilangnya komponen kelistrikan ini menyebabkan area sisi timur Simpang Lima, mulai dari depan Polsek Boyolali Kota hingga kawasan Pasar Boyolali, menjadi gelap gulita pada malam hari.

Padahal, fasilitas kWh meter tersebut merupakan tumpuan utama bagi penerangan pedestrian serta pendukung visual estetika dalam agenda strategis Boyolali City Light yang sedang digalakkan pemerintah daerah.

Menyikapi kondisi ini, pemerintah daerah telah menginstruksikan perbaikan cepat pada sambungan listrik agar kenyamanan warga dan keindahan kota tidak terganggu lebih lama.

Gojali menjelaskan bahwa tiang lampu yang hilang sebelumnya hanya diperkuat dengan sekrup sehingga memudahkan pelaku untuk membongkarnya, sehingga ke depan akan dilakukan penguatan menggunakan las atau cor beton permanen.

Pemkab Boyolali juga berencana memperketat pengamanan kawasan dengan mengintensifkan patroli gabungan yang melibatkan personel Satpol PP, DPUPR, serta kepolisian.

Langkah preventif ini diambil guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, mengingat aset-aset yang dicuri merupakan fasilitas publik yang dibangun menggunakan dana pajak masyarakat.

“Jelas kami menyesalkan, itu kan aset bersama, kalau bisa ikut menjaga. Tadi juga diharapkan untuk kantor, dinas, yang di depannya ada pedestrian ikut mengawasi dan merasa memiliki,” ujar Gojali menekankan pentingnya kepedulian bersama.

Saat ini, koordinasi dengan Polres Boyolali telah dilakukan dan laporan resmi segera dilayangkan untuk memburu para pelaku yang terekam maupun yang beraksi di titik buta kamera pengawas.

Pemerintah juga berencana menambah jumlah unit CCTV di titik-titik strategis sekitar Simpang Lima untuk memperkuat pengawasan digital, melengkapi tiga kamera yang sudah terpasang di Perpusda, Bank Boyolali, dan Polsek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Polri Desak Perbankan Perketat KYC Guna Berantas Judi Online

Polri Desak Perbankan Perketat KYC Guna Berantas Judi Online

News
| Kamis, 05 Maret 2026, 18:27 WIB

Advertisement

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Wisata
| Minggu, 01 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement