Advertisement
Banjir Tanggul Jebol di Demak Masih Rendam Dua Desa, 1 Bocah Tewas
Banjir tanggul jebol di Demak rendam dua desa, satu bocah tewas dan 12 warga masih mengungsi, BPBD dan Pemprov Jateng tangani darurat. Espos.
Advertisement
Harianjogja.com, DEMAK — Banjir akibat tanggul Sungai Tuntang jebol masih merendam Desa Trimulyo dan Desa Tlogorejo di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, hingga Senin (6/4/2026). Peristiwa ini sudah memasuki hari ketiga, dengan 12 warga masih mengungsi dan satu bocah berusia delapan tahun dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono, menyampaikan delapan desa lain yang terdampak sebelumnya kini sudah aman atau surut. “Trimulyo masih 5 cm, tapi mulai berangsur surut. Tlogorejo juga sama,” kata Agus. Total keluarga terdampak mencapai 1.325 keluarga atau setara 5.148 jiwa. Infrastruktur dan pertanian juga mengalami kerusakan, antara lain 1.325 rumah, 27 tempat ibadah, 16 sarana pendidikan, 300 hektare lahan pertanian, serta satu jembatan atau jalan putus.
Advertisement
Catatan sementara BPBD Demak menyebut 11 rumah hanyut, tujuh rumah rusak berat, dan sembilan rumah rusak ringan, semuanya berada di RW 005, Dukuh Solondoko, Guntur. Agus menambahkan, “Selain itu juga dilaporkan ada satu korban jiwa, seorang perempuan, usia 8 tahun, asal Trimulyo.”
BPBD bersama tim lainnya terus memberikan bantuan mendesak, termasuk obat-obatan, air bersih, perlengkapan bayi, dan peralatan kebersihan. Pengungsi mayoritas ditampung di Madrasah Diniah Sindon.
BACA JUGA
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan penanganan banjir harus dilakukan secara komprehensif. Pemprov Jateng akan menggelar rapat lintas daerah dan kementerian untuk membahas Sungai Tuntang, yang bermasalah bukan hanya tanggul jebol, tetapi juga sedimentasi, tanaman di badan sungai, permukiman di bantaran, dan lahan bersertifikat yang menghambat aliran air.
Banjir terjadi sejak Jumat (3/4/2026) akibat hujan lebat meningkatkan debit Sungai Tuntang, memicu tiga titik tanggul jebol: Dukuh Solondoko (30 meter), Dukuh Solowire (10 meter) di Desa Trimulyo, dan Desa Sidoharjo (15 meter) Kecamatan Sayung. Dampaknya meluas ke delapan desa di empat kecamatan dengan genangan mencapai 100–150 cm dan ribuan warga mengungsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







