Advertisement

Polres Klaten Bangun Jembatan Presisi di Karangnongko

Taufiq Sidik Prakoso
Jum'at, 10 April 2026 - 22:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Polres Klaten Bangun Jembatan Presisi di Karangnongko Kondisi jembatan di Desa Gumul, Kecamatan Karangnongko, Klaten, yang ambrol Februari lalu mulai dibangun oleh Polres Klaten, Selasa (7/4/2026). (Istimewa - Humas Polres Klaten)

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN — Polres Klaten memulai pembangunan Jembatan Presisi di Desa Gumul, yang sebelumnya putus akibat banjir. Proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama bersama unsur Forkopimcam Karangnongko dan masyarakat setempat, Selasa (7/4/2026).

Jembatan ini menjadi penghubung vital antara Dukuh Bale Rejo dan Dukuh Geneng yang sempat terputus sejak Februari lalu. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, terutama untuk mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian.

Advertisement

Ditarget Rampung Dua Bulan

Kapolres Klaten, Moh Faruk Rozi, menegaskan pembangunan ini merupakan bentuk kontribusi Polri dalam membantu pemulihan infrastruktur masyarakat.

“Alhamdulillah kami bisa melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang insyaallah kami targetkan satu sampai dua bulan sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat. Jembatan ini kami buat lebih lebar sekitar 3,5 meter sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat dan layout-nya dibuat miring agar memudahkan manuver kendaraan,” ujarnya.

Menurut Kapolres, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan dalam revitalisasi infrastruktur di berbagai wilayah di Klaten.

“Polres Klaten telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi lima jembatan di beberapa wilayah. Harapannya, jembatan ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan perekonomian masyarakat serta dijaga bersama agar tetap awet,” ungkapnya.

Efisiensi Waktu dan Dorong Ekonomi

Camat Karangnongko, Erni Kusumawati, mengapresiasi pembangunan tersebut. Ia menilai jembatan ini akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam mempercepat akses antarwilayah.

“Insyaallah itu bisa memberikan manfaat yang besar karena jembatan ini merupakan akses pendidikan dan juga akses untuk meningkatkan perekonomian. Karena mempersingkat waktu perjalanan sekitar 10 menit. Kalau di bidang ekonomi 10 menit itu sangat berarti,” jelasnya.

Erni juga mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun, agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penggeledahan Kementerian PU, Kejati Sita 16 Item

Penggeledahan Kementerian PU, Kejati Sita 16 Item

News
| Jum'at, 10 April 2026, 23:57 WIB

Advertisement

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten

Wisata
| Rabu, 08 April 2026, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement