Advertisement

Tanam 100 Pohon Gayam, InJourney Hijaukan Sungai Sileng di Borobudur

Newswire
Kamis, 23 April 2026 - 14:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Tanam 100 Pohon Gayam, InJourney Hijaukan Sungai Sileng di Borobudur InJourney Destination Management bersama PT Taman Wisata Borobudur, Studio Nawung, serta masyarakat Desa Karangrejo menggelar aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Sileng, Borobudur, Magelang, Rabu (22/4 - 2026).Borobudur

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG—Momentum peringatan Hari Bumi 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen pelestarian lingkungan di kawasan Borobudur. InJourney Destination Management bersama PT Taman Wisata Borobudur, Studio Nawung, serta masyarakat Desa Karangrejo menggelar aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Sileng, Borobudur, Magelang, Rabu (22/4/2026).

Sebanyak 100 bibit pohon Gayam ditanam secara serentak oleh berbagai pihak, termasuk Direktur Operasi PT Taman Wisata Borobudur, Supriadi Jufri, Founder Studio Nawung Atik, serta Kepala Desa Karangrejo Hely Rofikun. Penanaman ini difokuskan di sepanjang aliran Sungai Sileng sebagai langkah konkret pemulihan daerah aliran sungai (DAS) dari ancaman erosi.

Advertisement

Supriadi Jufri menegaskan, pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis budaya seperti Borobudur. Ia menilai keseimbangan antara nilai sejarah, budaya, dan ekologi harus dijaga secara berkelanjutan.

“Melalui program InJourney Green, kami ingin memastikan pengembangan destinasi dilakukan secara bertanggung jawab dan memberi dampak nyata bagi lingkungan. Penanaman pohon Gayam ini merupakan upaya menjaga sumber daya air sekaligus mengurangi risiko erosi,” ujarnya.

Pohon Gayam dipilih bukan tanpa alasan. Selain memiliki makna filosofis sebagai simbol keteduhan dan ketentraman dalam budaya Jawa, tanaman ini juga memiliki karakter biologis yang kuat. Sistem perakarannya mampu menyerap dan menyimpan air secara optimal, sehingga berperan penting dalam menjaga stabilitas cadangan air tanah, terutama saat musim kemarau.

Kegiatan ini juga dikemas dengan nuansa budaya yang kental. Prosesi diawali dengan iring-iringan penari menuju tepian Sungai Sileng, dilanjutkan dengan pementasan tari beksan pinuwunan sebagai simbol doa dan harapan. Tembang Kidung Pangaksuma turut dilantunkan sebagai bentuk permohonan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Founder Studio Nawung, Atik, menambahkan bahwa pohon Gayam memiliki keterkaitan historis dengan kawasan Borobudur. Ia menyebut keberadaan pohon ini bahkan menjadi identitas sejumlah wilayah setempat.

“Pohon Gayam bukan sekadar tanaman, tetapi simbol kehidupan masyarakat Jawa. Penanamannya diharapkan mampu menghidupkan kembali identitas lokal sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangrejo, Hely Rofikun, menyambut baik kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal pemulihan ekosistem berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.

Ke depan, pohon-pohon yang telah ditanam akan dirawat secara rutin oleh tim Studio Nawung. Pemupukan dilakukan menggunakan kompos dari limbah organik kawasan wisata, termasuk dari Candi Prambanan, sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Melalui program InJourney Green, upaya penghijauan ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi wisata budaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kemenkop Tegaskan Posisi Manajer Tak Gantikan Pengurus Kopdes

Kemenkop Tegaskan Posisi Manajer Tak Gantikan Pengurus Kopdes

News
| Kamis, 23 April 2026, 17:17 WIB

Advertisement

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata
| Rabu, 22 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement