KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Aparat membersihkan lokasi bentrok di kawasan Jalan Jogja-Magelang. /Istimewa.
Harianjogja.com, MAGELANG—Video memperlihatkan bentrokan dua kelompok massa di Kabupaten Magelang viral di media sosial (medsos), Minggu (15/10/2023) sore. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Salah satu akun yang membagikan video bentrokan dua kelompok massa tersebut adalah akun Instagram @magelang_raya. Terdapat tiga part video yang diunggah akun tersebut, di mana salah satunya memperlihatkan sejumlah sepeda motor yang dibakar oleh sekelompok orang.
“Part 3 terjadi kerusuhan di Muntilan sore ini. Kronologi masih menunggu info lanjutan, kabeh sedulur njo do sing rukun,” tulis akun @magelang_raya dikutip JIBI/Solopos, Senin (16/10/2023).
BACA JUGA : Bentrok 2 Kelompok Massa di Muntilan, Bupati Magelang Turun Tangan
Komentar netizen juga banyak yang menyanyangkan tindakan tersebut. “Mbok jangan pakai takbir-takbir. Enggak ada orang baik main emosi. Sedih liatnya,” tulis komentar akun @riiisss.
Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, membenarkan terkait peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kejadian berawal sekitar pukul 15.20 WIB saat massa Laskar BSM PDIP hendak pulang ke Jogja usai menghadiri kegiatan di Mungkid, Magelang.
“Ada enam unit sepeda motor yang dibakar,” kata Kombes Pol. Satake.
Kasat Reskrim Polresta Magelang, Kompol Rifeld Constantin Baba, mengatakan keributan dua kelompok massa itu terjadi seusai Laskar BSM PDIP menghadiri kegiatan masyarakat di Magelang. Dalam perjalanan, kelompok yang mengatasnamakan Laskar GPK menghadang Laskar BSM PDIP di Muntilan.
BACA JUGA : Polsek Muntilan, Magelang Amankan 9 Pelajar yang Hendak Gelar Perang Sarung
“Pas jalan pulang ada 200 orang BSM dihadang massa yang mengatasnamakan Laskar GPK. Kedua ormas saling gesekan dan saling lempar-lemparan batu,” terang Constatin.
Mengetahui ada bentrokan antara dua kelompok massa, personel Polresta Magelang dan TNI langsung datang ke lokasi mengamankan bentrok antarkelompok itu. Kedua kelompok massa itu telah dikumpulkan dan dilakukan mediasi sampai pukul 20.00 WIB.
“Semua yang terlibat bentrok dikumpulkan, kami mediasi. Jadi tidak ada orang yang diamankan dan tidak ada korban jiwa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.